5 Standar Kecantikan Unik dari Seluruh Dunia

31 Oktober 2018 12:47 WIB

 

Cantik itu relatif dan setiap orang pasti memiliki standar kecantikan sendiri-sendiri yang pasti berbeda dengan yang lain. Umumnya, industri hiburan baik lokal maupun internasional menyumbangkan stigma standar kecantikan ideal yang ada di masyarakat mulai dari tubuh langsing, kulit putih mulus, rambut lurus dan masih banyak lagi. Namun, ternyata pandangan standar kecantikan yang umum diketahui masyarakat ini tak berlaku untuk beberapa daerah di dunia. berikut beberapa standar kecantikan unil dari berbagai belahan dunia.

 

1. Lotus Feet – Cina

 

(thesun.co.uk)

Masyarakat Cina percaya bahwa lotus feet adalah lambang dari kemakmuran. Tradisi unik ini memungkinkan untuk para perempuan Cina memiliki kaki mungil seperti lotus yang hanya dilakukan oleh para keturunan bangsawan pada abad ke 10. Proses pembentukan lotus feet ini cukup menyakitkan dan dimulai sejak masih anak-anaka usia empat hingga tujuh tahun. untuk mendapatkan lotus feet ini, pertama-tama jari kaki perempuan Cina ini harus diparahkan lalu diikatkan keatas dengan perban yang sangat ketat. Setelah jari kaki menempet pada telapak kaki, kemudian diikiat erat dan ditekuk secara sejajar dengan tungkai sampai punggung kaki yang kemudian di ikat dan dibebat dengan kain.

Proses ini dilakukan selama 2 tahun yang akan membuat kaki tumbuh dengan panjang 7-9 cm. Karena proses pembebatan, para gadis ini akan berjalan sangat pelan karena hanya mengandalkan pada tumit mereka sehingga mereka akan sedikit berlenggak lenggok. Gaya berjalan yang seperti ini yang dianggap menarik bagi pria pada masa itu.

 

2. Leher Panjang – Suku Kayan, Burma

 

(znews)

Lain halnya dengan di Cina yang menganggap perempuan yang memiliki kaki kecil adalah standar kecantikan yang menggemaskan, para penduduk Suku Kayan di Burma memiliki pandangan lain soal kecantikan. Suku yang berlokasi di bagian timur Burma ini memiliki tradisi untuk merenggangkan atau memanjangkan leher yang menggunakan kalung yang terbuat dari kuningan. Kalung kuningan tersebut akan ditambahkan jumlahnya sesuai dengan bertambahnya usia para perempuan di Suku ini. semakin panjang leher maka para pria akan menganggap mereka semakin cantik. Tak hanya Suku Kayan, tradisi ini juga dilakukan oleh Suku Karen di Thailand yang memiliki standar kecantikan yang sama.

 

3. Bertubuh Gemuk – Mauritania, Afrika Selatan

 

(pinimg.com)

Jika di Indonesia para perempuan dianggap cantik jika memiliki tubuh yang langsing, keadaan ini berbeda bagi para perempuan di Mauritania. Di Mauritania Afrika Selatan, para perempuan berlomba-lomba untuk menambah berat badan mereka untuk dapat memenuhi standar kecantikan daerah ini. Untuk dapat dipilih dan menikah dengan pria di Mauritania, para ibu akan mulai membuat anak-anak perempuan mereka mengkonsumsi banyak makanan berkalori tinggi sejak umut delapan tahun hingga menjelang pernikahan. Para perempuan di Mauritania ini dapat menghabiskan 15.000 kalori perhari sekaligus mengkonsumsi pil penambah berat badan untuk mendapatkan target berat badan yang mereka inginkan.

Standar kecantikan ini terbentuk karena daerah Mauritania berada dikawasan Afrika bagian barat yang kesulitan dalam suplai makanan. Sehingga, para wanita bertubuh gemuk dapat melambangkan kemakmuran.

 

4. Bibir Melar – Suku Mursi, Ethiopia

 

(pinimg.com)

Berbeda dengan Suku Kayan di Burma yang memiliki standar kecantikan dengan memanjangkan leher, Suku Mursi di Ethiopia meiliki standar kecantika lain yang cukup unik yaitu dengan memelarkan bibir mereka. Para wanita di Suku Mursi akan dianggap semakin cantik jika memiliki bibir yang semakin melar. Mereka dengan sengaja melubangi bagian bibir bawah mereka lalu menempatkan sebuah lempengan besi dari mulai yang diameter kecil hingga besar. Standar kecantikan ini bermula pada zaman dahulu untuk menghindari dan mencegah para perempuan Suku Mursi diampil paksa dan dijadikan budak.

 

5. Telinga Panjang – Suku Dayak, Indonesia

 

(terrapintrading.co.id)

Standar kecantikan unik terakhir berasal dari Indonesia tepatnya dari Suku Dayak di Kalimantan. Suku Dayak yang merupakan penduduk asli Pulau Kalimantan ini memiliki tradisi yang cukup unik yang berkaitan dengan standar kecantikan para wanitanya. Para wanita Suku Dayak memiliki tradisi unik untuk memanjangkan daun telinga mereka yang merupakan simbol kecantikan. Cara yang dilakukan untuk memanjangkan telinga ini dengan menggunakan pemberat logam berbentuk lingkran yang ditambahkan dari waktu ke waktu.

Para perempuan di Suku Dayak akan dipandang semakin cantik jika memiliki telinga yang semakin panjang. Anting-anting yang digunakan tak hanya menunjukkan seberapa cantik perempuan Suku Dayak ini, namun juga menunjukkan kelas sosial dari perempuan tersebut.

 

 

(Cover source: Loikaw Lodge)

 

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz