Viral Age Challenge! Awas Bahaya Gunakan FaceApp untuk Edit Wajah Menjadi Tua

19 Juli 2019 21:57 WIB

 

Beberapa hari belakangan, dunia Instagram sedang diramaikan dengan challenge atau tantangan baru bernama Age Challenge. Dengan menggunakan hashtag #agechallenge, semua pengguna platform media ini. Age Challenge sendiri merupakan sebuah tantangan yang menunjukkan potret wajah saat ini dan wajah yang telat diedit sedemikian rupa untuk menampilkan wajah seseorang di masa senjanya.

Challenge atau tantangan ini semakin menjadi viral di Instagram saat para selebritas baik selebriti Indonesia maupun luar negeri berlomba-lomba memamerkan potret muda dan tua mereka di sosial media mereka masing-masing. Baik itu Bunga Citra Lestari hingga Marion Jola sampai penyanyi bersuara khas Afgan, potret ‘tua’ mereka berhasil membuat kagum banyak orang. Dan tentu saja membuat banyak pengguna media sosial pun berlomba-lomba mengikuti apa yang dilakukan oleh sang artis.  

Untuk mendapatkan tampilan ‘tua’ tersebut, para pengguna media sosial harus mengedit menggunakan aplikasi lain, salah satunya adalah FaceApp. Aplikasi FaceApp sendiri pertama kali terkenal pada tahun 2017 lalu dengan jumpal unduhan pertama sebanyak 80 juta. Dan saat in, aplikasi ini pun semakin viral berkat tantangan Age Challenge ini. FaceApp sendiri diproduksi oleh perusahaan Wireless Lab yang berlokasi di St. Petersburg Rusia.

Meski tantangan Age Challenge ini viral begitu juga dengan aplikasi faceApp. Namun ada kekhawatiran lain yang menghantui viralnya tanntangan ini.

Aplikasi FaceApp Dikhawatirkan dapat Meretas Data Penggunanya

Viralnya tantangan Age Challenge da juga aplikasi FaceApp baru-baru ini memunculkan kekhawatiran baru. Seperti yang diketahui, perusahaan dibalik aplikasi yang berlokasi di Rusia ini memnculkan pertanyaan baru di benak para pemakaiannya tentang keamanan dari aplikasi editing foto tersebut.

Seorang ahli dari United Kingdom, James Whatley, membuat cuitan di Twitter yang berisikan, "‘Anda memberi FaceApp sebuah lisensi, tidak dapat dibatalkan, bebas royalti ... untuk menggunakan, mengadaptasi, menerbitkan, mendistribusikan konten Anda, dalam semua format media, ketika Anda memposting atau sedang berbagi."

Berdasarkan pemberitaan Daily Mail, aplikasi FaceApp akan tetap menyimpan data-data lama para penggunanya meskipun telah menghapus aplikasi tersebut dari ponsel. Ariel Hochstadt, seorang pakar keamanan dari blog vpnMentor dan mantan manajer pemasaran Gmail untuk Google mengatakan kepada Mail Online bahwa ia telah memperingatkan orang-orang tentang aplikasi seperti ini sebelumnya.

"Para peretas dapat merekam situs web yang dikunjungi orang, dan aktivitas yang mereka lakukan di situs web itu, tetapi mereka tidak selalu tahu siapa pengguna itu," Ungkap Ariel kepada Daily Mail.

 

 

 

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz