Usung Tema Sustainability Fashion, Surabaya Fashion Parade digelar Lagi

Usung Tema Sustainability Fashion, Surabaya Fashion Parade digelar Lagi
20 November 2021 18:11 WIB

Surabaya Fashion Parade (SFP) diklaim menjadi event fashion terbesar di Surabaya karna banyak melibatkan desainer, model dan penggiat fashion sampai para pengrajin dan UMKM. Sejak tahun 2017, SFP bekerjasama dnegan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan para desainer yang tergabung didalamnya. Acara fashion yang sedianya diselenggarakan setiap tahun ini memang sempat terhenti dikarenakan pandemi, namun kembali di selenggarakan pada 2-5 Desember di Chameleon Hall Tunjungan Plaza 6 lantai 5.

Yang menjadi perbedaan adalah, tahun ini rangkaian acara SFP digelar dengan kapasitas yang lebih kecil dan akan menampilkan acaranya melalui LCD atrium sehingga bisa dilihat oleh para pengunjung lain. Namun acara ini juga akan digelar melalui online, event ini bisa diakses melalui live streaming Youtube dan IG Live Surabaya Fashion Parade.

Selama 4 hari tersebut, disiapkan berbagai tema show yang berbeda, diantaranya: Ethnic & Mix, Moslem Wear-Modest, Cocktail Gown, dan Urban, VIVA Cosmetics selaku Official Sponsor untuk make-up dan hairdo dari tahun ke tahun, akan menggandeng 2 desainer asal Surabaya untuk berkolaborasi

"Di umurnya yang ke 14 tahun , Surabaya Fashion Parade terus berkomitmen untuk menghadirkan dan memberikan wadah bagi para desainer untuk mengekspresikan karya terbaik mereka agar tetap eksis, SFP juga akan terus berinovasi dan menghadirkan trend baru dengan harapan menjadi salah satu kiblat fashion di tanah air" Ungkap Dian, founder SFP.

Menariknya, SFP 2021 mengangkat tema CICLO yang erat kaitannya dengan konsep Sustainability Fashion. CICLO sendiri berasal dari bahasa Itali yang berarti "continuity", atau keberlanjutan. Walaupun pandemi Covid-19 masih berlangsung, namun kehidupan masyarakat harus tetap berlanjut, dan begitu pula dengan fashion.

Kondisi pandemi pada 2 tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi para fashion designer. Penurunan penjualan yang ada membuat para desainer mendaur ulang dan mengupgrade baju lama untuk ditawarkan kembali.

Gita Orlin salah satu desainer yang terlibat dalam acara ini mengungkapkan bahwa fashion merupakan hal yang masih melekat dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Harapan dari para desainer adalah agar terus dapat memajukan dunia industri fashion dengan menyadari kebutuhan dan selera konsumen di era new normal ini.






Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz