Uniknya perayaan natal di berbagai Negara di dunia (bagian 2)

24 Desember 2018 08:06 WIB

Hari Raya Natal adalah satu perayaan penting bagi umat kristiani. Memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, Natal dirayakan dengan berbagai tradisi oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia, dengan satu garis besar kesamaan bahwa perayaan ini merupakan moment untuk berkumpul dengan seluruh keluarga dan merayakannya dengan menikmati berbagai hidangan khas negara itu.

Perayaan natal dari beragam tradisi kebudayaan dan perpaduannya dengan kebudayaan yang mendunia membuat perayaan natal menjadi tradisi yang unik di berbagai negara. Dan inilah keunikan tradisi perayaan natal dari beberapa negara di dunia…

 

Natal di Rusia

 

Rusia merayakan natal pada tanggal 7 Januari. Perbedaan tanggal perayaan ini karena mereka mengadopsi penanggalan Julian yang dibuat oleh Julius Caesar pada abad ke 45 sebelum masehi, dengan jarak waktu 13 hari dari kalender Gregorian yang umumnya dipakai penduduk dunia saat ini.

Tradisi natal di Rusia tidak bisa dipisahkan dari era komunis Soviet berkuasa. Saat itu, semua perayaan keagamaan di larang, sehingga perayaan natal dialihkan menjadi perayaan Tahun Baru. Di mana mereka akan merayakan kedatangan Ded Moroz (kakek Musim Dingin) Santa Klaus Versi Rusia dan cucu perempuannya Snegurochka yang membantunya membagikan hadiah natal. Budaya ini terus dipegang oleh rakyat Rusia meskipun Uni Soviet sudah hancur pada 1991.

Meskipun Rusia dikenal sebagai negara sekuler, namun 39% penduduknya beragama Kristen Ortodok sehingga budaya perayaan natalnya pun banyak mengadaptasi dari agama ini. Para penganut agama Kristen Ortodoks akan melakukan puasa penuh satu hari sebelum perayaan natal, dan mereka akan berbuka ketika sudah melihat satu bintang di langit. Sama seperti tradisi natal lainnya, Natal adalah waktu berkumpul keluarga, dengan tradisi makan bersama pada malam natal, mengunjungi kerabat dan bertukar kado serta menyalakan kembang api. Ada 12 macam makanan di meja saat perayaan natal yang melambangkan 12 rasul Yesus. Makanan khas seperti sochivo dan kutia, bubur yang dibuat dari gandum yang dimasak dengan madu, biji bunga poppy dan buah (khususnya berry dan kismis) wajib ada di meja hidangan. Berasal dari kebudayaan agrikultur, Rusia mempunyai tradisi untuk melempar sesendok sochivo ke langit-langit rumah, di mana jika menempel maka mereka akan merayakan tahun depan yang penuh berkah dengan hasil panen yang melimpah. Sementara perayaan publik dengan pohon natal besar dipusatkan di Red Square Moscow.

 

Natal di Etiopia

 

Etiopia adalah salah satu Negara tertua di dunia yang penduduknya sudah memeluk agama Kristen pada abad 4 Masehi, yang saat ini kita kenal dengan agama Kristen Koptik. Sampai saat ini, sekitar 62,8% penduduk Etiophia merayakan natal. Mengikuti penanggalan kalender Julian, sama seperti Rusia, Etiopia pun merayakan Natal pada tanggal 7 Januari. Perayaan ini disebut Ganna.

Tidak seperti perayaan natal lainnya, di Etiopia natal dirayakan dengan lebih sederhana dan reflektif. Mereka mengawali perayaan Natal dengan berpuasa sehari penuh pada satu hari sebelum natal dan baru berbuka keesokan harinya. Lalu di hari Natal, mereka akan merayakan dengan ibadah dengan mengenakan shamma (pakaian tradisional warna putih) dan membawa lilin di tangan. Kemudian setelah misa natal, para anak muda merayakannya dengan melakukan pertandingan olah raga yang jenisnya mirip seperti hoki atau lacrosse. Sementara sebagian penduduk lainnya berziarah ke kota suci Lalibela, yang memiliki sekitar 12 gereja awal.

Rakyat Etiopia meyakini bahwa Orang Majus (orang bijak) dari Timur yang datang setelah kelahiran Yesus berasal dari Etiopia.

Perayaan Natal sendiri baru dilaksanakan 12 hari setelah itu, pada tanggal 19 Januari yang dianggap sebagai hari Yesus dibaptis, yang dinamakan Timkat, di mana rakyat Etiopia merayakannya selama 3 hari penuh. Anak-anak akan berdandan dengan jubah dan hiasan kepala untuk mengikuti ibadah di gereja,dan para orang tua akan mengenakan netela, pakaian tradisional Etiopia dengan hiasan border di tiap tepinya. Sementara para pemimpin agamanya akan memakai jubah berwarna merah dan putih dengan aksesoris payung berbordir. Mereka merayakannya dengan berkumpul dengan keluarga dan makan bersama. Hidangan khas natal dari Etiopia adalah doro wat, sejenis hidangan semur ayam pedas yang disajikan dengan injera, roti pipih khas Etiopia dan berbagai hidangan Genna lainnya seperti olahan kambing dan minuman tej, sejenis anggur madu.

 

Natal di Yunani

 

Natal adalah perayaan berkumpul dengan keluarga dengan berbagai hidangan khas yang menggugah selera. Banyak kebiasaan dan tradisi Natal di Yunani berakar dari jaman kuno, karena 90% populasi orang Yunani beragama Kristen Ortodoks Yunani. Yunani juga mempunyai tradisinya yang khas dan dikenal sangat menghargai tradisi mereka. Misalnya tradisi mereka sebagai pelaut menjadikan Saint Nicolas, Orang suci pelindung Natal juga menjadi pelindung dari para pelaut. Hal itu juga yang membuat lebih banyak perahu dihias dengan lampu yang berkilauan daripada pohon Natal tradisional.

Makanan tradisional Natal di Yunani tidak lepas dari daging domba dan pork, yang dihidangkan dengan bayam, pie keju dan beragam variasi salad. Roti khas natal Yunani christopsomo juga menjadi hidangan khas di meja makan bersama melomakarona, kue madu dan kourabiedes (kue gula putih). Budaya Christmas Carol juga tidak bisa dipisahkan dari budaya Yunani. Dikenal Kalanda menjadi bagian yang penting saat musim Natal, saat anak-anak kecil berkeliling menyanyikan lagu natal dengan membawa alat musik segitiga pada pagi hari natal dan penghuni rumah yang didatangi akan memberikan sedikit uang untuk mereka. Sementara kegiatan bertukar kado biasanya diakukan pada tanggal 1 Januari, yang bertepatan dengan hari Santo Basil (Saint Basil Day), santo yang dikenal sangat peduli kepada kaum papa.

 

image cover photo source : instagram/@timesofmoscow



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz