Umroh Surabaya langsung ke Madinah bersama Samira Travel

Umroh Surabaya langsung ke Madinah bersama Samira Travel
18 Januari 2021 09:34 WIB

Kemarin (17/01) Bandara internasional Juanda Terminal dua kembali diramaikan dengan keberangkatan Jamaah Umroh yang tertunda karena Pandemi. Istimewanya kali ini Jamaah langsung terbang dari Surabaya ke Madinah. Ini berkaitan dengan pembukaan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah yang resmi dibuka untuk seluruh dunia. Indonesia menjadi negara pertama yang landing di bandara ini lewat keberangkatan umroh dengan Jamaah dari Samira Travel.

Seperti keberangkatan umroh sebelumnya, hal ini sangat disambut baik oleh para Jamaah yang tertunda keberangkatannya, khususnya para jamaah perempuan yang terlihat mendominasi pada keberangkatan kali ini. Satu diantaranya adalah Linda Nurhayani, Jamaah asal Surabaya.

"Saya sangat senang akhirnya bisa berangkat umroh, meski tanpa anak saya. Ini dikarenakan pembatasan umur pada pemberangkatan umroh yaitu umur 18-50 th. Semestinya kami berangkat pada februari tahun 2020, namun direschedule hari ini. Ada beberapa protokol yang harus kami lakukan diantaranya karantina selama satu hari dan tes PCR. Alhamdulillah , kami semua negatif ," Ungkap Linda. 

Penerbangan umroh kali ini diikuti sebanyak 284 Jamaah dari berbagai kota di Surabaya, seperti Surabaya, Semarang, Solo dan beberapa daerah yang diterjang bencana seperti Kalimantan selatan dan Mamuju.

Umroh Surabaya langsung Madinah, Samira Travel, UmrohFoto : Fauzi Wahyu Muntoro , Direktur Utama Samira Travel (tengah)

"Sebanyak 284 dari berbagai Kota di Indonesia hari ini melakukan penerbangan umroh Dari bandara Juanda langsung ke Madinah. Ini Adalah Kali pertama bandara Madinah dibuka kembali Paska pandemi. Karena pemberangkatan umroh sebelumnya mendarat di Jeddah yang memakan waktu 5 jam untuk melanjutkan Ibadah Umroh ke Madinah ataupun ke Mekkah, " Ungkap Fauzi wahyu Muntoro, Direktur utama SAMIRA TRAVEL.

Saat disinggung soal harga, menurut Fauzi tidak ada kenaikan namun hanya penyesuaian sedikit karena ada protokol kesehatan yang harus diikuti. Walaupun begitu harga yang berlaku adalah termasuk asuransi kesehatan untuk semua Jamaah, jadi segala potensi terjadinya masalah kesehatan bisa ditangani dengan cepat.

Yes womanblitzer, pemberangkatan jamaah dimasa pademi ini memiliki prosedur protokol kesehatan yang ketat. Jamaah wajib dikarantina selama satu Hari sebelum keberangkatan dan melakukn tes PCR. Jika terdapat jamaah yang positif covid-19 maka jamaah tersebut Akan dikarantina selama dua minggu dan kemudian diberangkatkan kembali setelah dipastikan negatif dan sehat. Begitu pula saat Sudah sampai di Jeddah, jamaah akan dikarantina selama 1 - 3 Hari dan melakukan PCR lagi sebelum melakukan Ibadah umroh. 






Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz