10 tradisi idul fitri yang hanya ada di indonesia

4 Juni 2019 23:29 WIB

 

Geliat Islam di Indonesia tumbuh dengan khas. Tak seperti umat muslim di belahan bumi lain, Idul Fitri justru disambut dengan tradisi yang beragam. Berikut sepuluh fakta menarik tradisi seputar Idul Fitri yang hanya dilakukan di Negara Indonesia.

Mudik

Arus mudik ini adalah arus orang-orang yang pulang dari kota-kota besar menuju kampung halaman atau tempat asalnya. Jutaan orang tenggelam di terminal, stasiun, bandara, dan khususnya di jalan raya. Mulai dari H-7 Idulfitri, arus kendaraan biasanya padat merayap, dan tak sedikit memakan korban. Mereka rela dan mau berjuang dalam kemacetan demi untuk bertemu dan berumpul  bersama keluarga.

Takbiran

Di malam Idul Fitri, takbiran atau melantunkan takbir berulang-ulang adalah hal yang paling romantis dan menakjubkan. Suara lantunan takbiran inilah yang membuat orang tak kuasa berada di luar kampung halamannya, atau tak bersama keluarga. Kadang, takbiran diadakan keliling kampung dengan obor dan alat musik tradisional.

Ziarah kubur

Sudah menjadi tradisi umat Muslim Nusantara untuk tak melupakan leluhurnya. Menjelang Idul Fitri, mereka berbondong-bondong menuju ke makam-makan keluarga yang telah pergi mendahului. Pedagang bunga laku keras. Di depan makam leluhurnya, mereka merapalkan ayat-ayat suci dan doa kepada orang-orang yang dicintainya agar senantiasa dalam naungan-Nya, dilanjutkan tabur bunga.

Petasan

Ada yang terbuat dari kertas, ada juga dari karbit, atau bambu (bumbung). Suaranya seperti bom atau meriam. Di tahun 90-an hingga awal 2000-an, di mana petasan masih bebas, semarak Idul Fitri begitu terasa. Gelegar dan gemuruh suara bersahut-sahutan di mana-mana. Sayang, karena petasan bisa membahayakan, petasan kini jarang terdengar. Biasanya diperbolehkan hanya dengan pantauan khusus dari petugas keamanan.

THR

Alias Tunjangan Hari Raya. THR biasanya diberikan oleh pengusaha kepada buruh, politisi kepada konstituennya, pejabat kepada bawahannya, atau pimpinan kepada para pendukungnya. THR bisa berupa uang, sembako, atau hal-hal lain yang sekiranya menunjukkan simpati dan cinta untuk menghadapi hari bahagia. Terkhusus bagi anak-anak, THR berupa salam tempel. Hal inilah yang membuat orang berduyun-duyun menukarkan uang receh untuk diberikan kepada anak-anak kecil yang tak kenal lelah bersilaturhmi.

Sidang itsbat

Sidang itsbat adalah sidang penetapan awal bulan Syawal. Hal ini menarik karena di Indonesia seringkali berbeda-beda dalam penetapannya dan terkerucut pada dua organisasi massa Islam: NU dan Muhammadiyah. Perbedaannya adalah karena keduanya relatif beda dalam memakai standar penetapannya. NU cenderung menggunakan metode melihat bulan (ru’yatul hilal) sedang Muhammadiyah menggunakan perhitungan (hisab). Tak ayal, kadang Idulfitri di Indonesia terjadi dua kali, bahkan lebih jika dengan ormas Islam kecil lain, kadang pula serentak.

Pakaian baru

Setelah berpuasa selama sebulan, dosa-dosa kepada Tuhan diampuni dosanya, bagi yang melakukannya dengan takwa. Untuk itu, menyambut hari baru, alangkah eloknya shalat Id dengan pakaian baru, sebagai persembahan kepada Sang Pencipta. Meski demikian, hal ini tak diharuskan karena hakikatnya Idul Fitri bukanlah bagi orang yang berbaju baru, tetapi bagi orang yang ketaatannya kepada Allah kian bertambah.

Ketupat opor

Tak lengkap bicara tradisi dan budaya Indonesia tanpa bicara kuliner. Ketupat adalah nasi lembut yang dimasak menggunakan janur kelapa. Sedangkan opor ayam adalah masakan ayam dengan santan, bumbu dan rempah-rempah khas yang kaya rasa sehingga nikmat di lidah. Bagi sebagian Muslim tanah air, tak lengkap melewatkan Lebaran tanpa ketupat dan opor ayam terhidang di meja makan.

Halal bihalal

Nah, inilah acara yang sangat penting. Dalam doktrin Islam, meski Tuhan Maha Pemaaf dan mengobral maaf-Nya kepada hamba yang taat, tetapi tidak untuk dosa kepada sesama. Juga, karena semakin pesatnya arus urbanisasi, perpindahan penduduk dari desa ke kota, tak memungkinkan untuk sowan atau meminta maaf kepada saudara, teman dan kerabat secara intens. Untuk itu, Walisongo jauh-jauh hari membuat tradisi silaturrahmi untuk maaf-memaafkan ini. Bahkan Presiden Soekarno, melembagakan halal bihalal ini dalam urusan negara. Itu sebabnya saat lebaran presiden selalu mengaakan tradisi open house atau halal bi halal.

Pertanyaan misterius

Saat kumpul keluarga tak ayal memancing pertanyaan sampai urusan sepele dan pribadi. Bagi anak yang sudah berumur tapi masih single harus siap-siap berbesar hati menghadapi pertanyaan aneh dan sulit. Satu pertanyaan yang paling sulit dan misterius bagi para kawula muda, adalah “kapan kawin?”. Pertanyaan lainnya juga berderet sesuai usia dan kondisi.

Terlepas dari tradisi tersebut, lebaran merupakan perayaan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa. Mari sambut lebaran dengan gembira dan nikmati berbagai tradisi yang membuatnya menjadi lebih istimewa. Selamat Merayakan Hari Kemenangan, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin!

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz