Tips Kelola Keuangan Bagi Pekerja Freelancer

27 Januari 2020 07:48 WIB

Saat ini, pekerjaan sebagai freelancer bukanlah sesuatu yang aneh. Bahkan banyak orang yang memilih bekerja sebagai freelancer dari pada terikat pada satu perusahaan tertentu. Salah satu alasan teratas orang memilih bekerja sebagai freelancer adalah jam kerja yang fleksibel hingga beban kerja yang dapat disesuaikan oleh kemampuan. Tak hanya itu, lokasi bekerja para freelancer pun bisa dilakukan di mana saja yang menjadi salahs atu daya tarik orang memilih sebagai pekerja lepas atau freelancer. Meski terlihat bebas dan menyenangkan, namun ada hal yang sering menghantui para freelancer yakni soal keuangan. Menjadi freelancer sudah pasti adalah jumlah gaji yang tidak pasti tiap bulannya. Berikut beberapa tips mengatur keuangan bagi freelancer agar kondisi keuangan selalu aman.

Tetapkan Tanggal Gajian

Sama halnya bekerja di sebuah perusahaan, sebagai freelancer Womanblitzer harus memperlakukan diri sendiri lyaknya karyawan yang menerima gaji tiap bulan. Jangan lupa untuk memisahkan rekening untuk gbayaran dan rekening untuk biaya hidup. Tetapkan gaji per bulan dan tanggal gajian lalu transfer dana dari rekening pertama ke rekenng biaya hidup pada taggal yang sama dan jumlah yang sama setap bulannya. Tidak peduli berapa pendapatan yang diterima pada bulan tersebut.

Pisahkan Dana Operasional

 

Bedasar pada passion, tak jarang para freelancer tidak memperdulikan dana operasional. Tak jarang dana operasional tidak sebanding dengan bayaran yang diterima. Hal ini yang akan mengakibatkan kondisi finansial freelancer tidak aman. Dana operasional yang dimaksudkan misalnya biaya internet, perawatan alat (computer, akmera dan perlengkapan  lain), transportasi ke lokasi, ongkos kopi dan lain sebagainya. Jangan lupa sisihkan dana operasional sehingga saat dibutuhkan untuk memperbaiki alat yang rusat tidak akan kebingungan.

Bagi Gaji Jadi Enam Bagian

 

Pisahkan gaji menjadi enam pos sesuai petunjuk berikut ini. Sisihkan 45% dari gaji untuk biaya hidup, 5% untuk jakat, 15% untuk cicilan, 15% untuk dana darurat dan investasi, 10% untuk tabungan dan 10% untuk biaya gaya hidup. Kondisi pembagian alokasi gaji ini pun tergantung pada kebutuhan dan disesuaikan oleh masih-masing individu.

Disiplin

 

Poin terakhir dan yang paling penting adalah disiplin. Bagi siapaun untuk mengatur keuangan dan sedetail apapun rincian pengeluaran jika diri tidak disiplin tentu tidak ada gunanya. Jika Womanblitzer sudah menetapkan besaran biaya hidup hingga biaya yang lainnya, ada baiknyauntuk bersikap disiplin agar kondisi keuangan tetap aman sampai bulan berikutnya.

 

 

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz