Surat Terbuka Kepada Fakboi Sedunia

21 Februari 2020 18:27 WIB

Surat Terbuka Kepada Fakboi Sedunia

Kepada para fakboi 

Di Tempat

 

Apa kabar? 

Masih nikmat makan-tidur-kerja-modusin cewek, walau dirasani (plus dicaci-maki) sebanyak-banyak korban dan perempuan senasib sepenanggungan sedunia? 

Perkenalkan saya Kika, 41 tahun, ibu beranak 2 (yang untungnya lelaki keduanya, sehingga luput dan selamat dari kalian), mantan penjelajah cinta era pre-Tinder, korban fakboi dua kali di masa lalu. Jaman saya sih istilahnya  masih pake singkatan, maklum masih jaman Orde Baru. Disebutnya PK alias penjahat kelamin, per definisi sama: para pria yang belum tentu rupawan, tapi berlidah menawan. Punya strategi terpadu dan terintegrasi untuk mendapatkan cinta, mengambil sebanyak-banyak keuntungan lahir-batin, untuk kemudian menerlantarkan tanpa kepastian. Untungnya saya berhasil menyelamatkan diri sendiri, tanpa pengorbanan besar, kecuali harga diri yang lecet akibat sempat jadi pacar nomer 27 dan ditinggal kawin pas lagi sayang-sayangnya.

Kalian punya masalah apa sih mas-mas fakboi? Butuh trofi banget dari merendeng korban perasaan (dan kadang keperawanan) pakai nomor urut? Butuh bikin rekor dunia banget di kategori tabrak hati? Apalagi yang  menang kondang di social media doang, modal DM, trus ngajak ketemu atas nama menenangkan hati yang gundah, resah, eh, taunya diajak uh-ah! Parah!

Lalu kalian berkilah, “Perempuannya mau kok!”. Mas-mas fakboi sekalian, kalian sudah jelas pakai modus, pakai relasi kuasa, dan jam terbang kalian untuk memanipulasi perasaan. Banyak juga yang kemudian pakai senjata pamungkas standar fakboi: ancaman sebar foto seksi korban atau video intim sebagai paksaan tutup mulut. 

Pakai hati dong mas-mas, pakai otak sekalian kalau masih punya. 

Karma is a b*tch! 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz