Resolusi 2020 : Wahai Budak Momen Bersatulah

Resolusi 2020 : Wahai Budak Momen Bersatulah
10 Januari 2020 20:28 WIB

Salah satu kata yang paling banyak digunakan di sepanjang tahun 2019 adalah bucin (akronim budak cinta, mungkin ada generasi baby boomer yang belum paham). Tapi menyongsong tahun baru, sepertinya jamaah bucin harus memberi tempat sedikit ke bumen (budak momen). 

Saya sebagai budak momen bersertifikat, sekaligus juga pengabdi tanggal bersejarah, walau juga sering lupa kalau nggak dibantu facebook reminder, merasa sangat butuh momen untuk membuat perubahan besar dan mendasar. Misalnya berhenti kerja kantoran, minta dikawin pacar, dan diet. Kalau nggak ada momen, rasanya nggak afdol gitu, kayanya nggak cukup punya amunisi tekad dan niat kuat membaja saja. Makanya sampai 2020 ini saya masih bikin resolusi kecil-kecilan. Tapi seiring umur, makin kemari, resolusi saya makin sederhana dan menjejak bumi. Karena saya percaya penuh pada falsafah : berharap secara proporsional dan terukur.

Resolusi saya tahun ini adalah berhenti makan nasi (tentunya ada pengecualian: sedang terjebak di warung penyetan) bin mengurangi asupan karbohidrat plus konsisten makan sehat dan olahraga demi #glowing40s. Karena saya percaya “kendaraan” yang membawa saya bekerja, travelling, nongkrong, dan pansos ini perlu dijaga kondisinya. Paling nggak diberi kesempatan untuk mencapai kondisi terbaiknya. Tentunya juga kesadaran sepenuhnya bahwa umur saya nggak akan sedetikpun memuda, tapi saya bisa memperbaiki bodi dan mesin tubuh saya. 

Untuk menjaga bara api revolusi 2020 saya berencana menempuh beberapa upaya. Pertama, menggembar-gemborkannya kepada seluruh umat, melalui semua digital channel yang saya punya. Paling nggak kalau saya melanggar atau kendor, ada khalayak yang siap menyindir dan membawa saya ke khittah resolusi. Kadang bahan bakar perubahan selain dendam, juga bully, sindiran, cemooh tipis-tipis dari netizen. Kedua, merayakan pencapaian-pencapaian kecil dengan penuh syukur dan bahagia. Misal mengabarkan pada dunia massa otot naik, perut 1 mili lebih tipis, muka lebih kinclong 6 watt setara 40 watt, dan lain sebagainya. Ketiga, berinvestasi yang cukup, sehingga timbul rasa sayang jika tidak konsisten melakukannya. Saya baru titip matras yoga rangking 1 hasil dari lima googling keyword “Best Yoga Mat 2020” dari Kuala Lumpur, bayar instruktur personal Crossfit sekaligus boxing 12 sesi di depan sebelum liburan tahun baru, beli beras shirataki dan buckwheat juga cari tahu cara masaknya. Saya meluangkan waktu dan dompet sembari merapal bismillah banyak-banyak.

Maka saudari budak momen se-Indonesia, sambil mengepalkan tangan dan merapal mantra awet menjaga resolusi, mari bersatu dalam tekad! Semoga resolusi ini berhasil. Paling nggak, setengah tahun lah. Sehingga kita (well, saya) nggak malu-malu amat sama diri sendiri.

-Kika


Search



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz