Ragam Tradisi Khas Imlek yang Penuh Makna

24 Januari 2020 07:35 WIB

 

Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu bagi sebagian besar orang Tionghoa. Ciri khas yang identik dengan perayaan Imlek salah satunnya adalah bagi-bagi angpao. Namun, ternyata ada banyak tradisi khas Imlek yang penuh makna. Bahkan tradisi ini sudah ada dan dilakukan secara turun temurun sejak 4000 tahun yang lalu. Berikut Womanblitz berikan ulasannya.

Membersihkan Rumah

 

Masyarakat Tionghoa percaya jika membersihkan rumah menjadi salah satu hal wajib dan sudah menjadi tradisi saat perayaan Imlek. Ada makna tersendiri dalam kegiatan bersih-bersih rumah menjelang Imlek yakni untuk membuang segala keburukan yang menghalangi keberuntungan. Kegiatan membersihkan rumah ini harus dilakukan pada satu hari sebelum Imlek dan tidak boleh pada hari H. hal ini karena orang Tionghoa percaya pada saat Imlek keberuntungan tengah datang pada mereka.

Mendekorasi Rumah

 

Setelah membersihkan rumah, mendekorasi rumah juga menjadi salah satu tradisi khas Imlek. Imlek yang identik dengan warna merah akan membuat hamper seluruh dekorasi dan pernak pernik yag dipasang menggunakan nuansa warna merah.Womanblitzer dapat  mencoba mendekorasi rumah menggunakan lampion hingga tulisan China yang melambangkan hal-hal baik.

Bagi-bagi Angpao

 

Salah satu tradisi khas Imlek yang tidak boleh ketinggalan adalah bago-bagi angpao. Momen ini pun paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak hingga seseorang yang masih lajang. Pasalnya membagikan angpao hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah berkeluarga di mana mereka membagikan rejekinya pada orang tua dan anak-anak. Terlebih lagi, uang yang diberikan juga tidak boleh mengandung unsur angka empat karena dipercaya dapat membawa kesialan.

Tradisi Yu-Sheng

 

Tradisi Yu-Sheng yang dilakukan saat Imlek ini memang belum lama dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Yu-Sheng merupakan makanan khas China yang berupa salad ikan segar yang ditambah irisan halus sayuran seperti wortel dan lobak. Tradisi ini dimulai dengan hanya menghidangkan Yu-Sheng dalam satu piring saja, setelah setiap anggota keluarga memegang sumpit masing-masing dan emngaduknya secara bersamaan sembari diiringi doa dan ucap syukur dan memohon rejeki yang baik di tahun yang baru. Sebagai alternative, makanan seperti mie juga dapat digunakan untuk menggantikan Yu-Sheng.

 

 

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz