Mitos-mitos Kesehatan Anak yang Bisa Berakhir Berbahaya

Mitos-mitos Kesehatan Anak yang Bisa Berakhir Berbahaya
7 Januari 2020 05:11 WIB

 

Womanblizer yang sudah berkeluarga khususnya yang sudah dikaruniai anak pasti sering mendengar berbagai mitos kesehatan tentang buah hati. Mulai dari yang sering diketahui seperti demam adalah pertanda tumbuh gigi dan masih banyak lagi. Mungkin ada beberapa mitos yang Womanblitzer rasa adalah benar dan tak jarang akan diikuti meski sebenarnya dasar dari mitos tersebut juga tidak diketahui. Berikut Womanblitz rangkum 4 mitos kesehatan anak yang bisa berakhir berbahaya. Womanblitzer perlu hati-hati dan memberikan perhatian ektra.

1. Demam Pertanda Tumbuh Gigi

 

Memiliki anak yang masih berusia balita, tentu Womanblitzer pernah mendengar mitos ini. Jika demam merupakan salah satu pertanda gigi buah hati tengah tumbuh atau saat anak mengalami pertumbuhan gigi untuk pertama kali. Anak-anak biasanya akan rewel dan tak jarang mengalami demam saat fase ini. Namun, demam tak selalu menjadi pertanda proses pertumbuhan gigi anak. terlebih lagi jika suhu tubuh anak lebih dari 38 derajat Celcius. Jika anak mengalami demam tinggi dengan gejala lain lebih baik Womanblitzer membawa buah hati ke dokter.

2. Kopi untuk Meredakan Kejang

 

Ketika anak tengah diserang demam, terkadang kondisi kejang akan terjadi. Melihat buah hati mengalami kejang tentu saja akan membuat Womanblitzer panic. Ada sebuah mitos yang beredar di masyarakat jika kopi dpat meredakan kejang anak. sayangnya lagi-lagi mitos ini tidak berdasar. Kopi malah berisiko menganggu metabolisme anak. dan juga memberian kopi pada anak yang tengah kejang juga berisiko membuat tersedak. Jika anak mengalami kejang, Womanblitzer baiknya membaringkan anak dalam posisi miring di tempat aman. Tunggu kejang mereda sebelum membawa anak ke dokter.

3. Kompres Air Dingin untuk Turunkan Demam

 

Banyak orang tua akan melakukan kompres menggunakan air dingin pada kening ketika anak terserang demam. Namun, cara ini ternyata kurang tepat dan bahkan bisa menyebabkan suhu tubuh anak semakin meningkat. Cara yang benar untuk mengompres anak ketika demam adalah dengan menggunakan air hangat. Air hangat akan memicu keringat agar panas di dalam tubuh agar cept keluar.

4. Mendongakkan Kepala Saat Mimisan dan Menggunakan Daun Sirih

 

Anak saat mengalami mimisan bisa disebabkan oleh banyak faktor misalnya trauma, alergi, infeksi, kelelahan hingga cuaca ekstrem. Banyak orang tua yang percaya jika mendongakkan kepala dan menggunakan daun sirih dapat menjadi alternative untuk mengatasi mimisan. Padahal mitos ini salah karena mendongakkan kepala dapat membuat darah kembali mengalir ke dalam. Hal ini dapat berakibat menyumbat saluran pernapasan, pencernaan dan organ penting lainnya. Untuk mengatasi anak yang mimisan, Womanblitzer perlu memastikan anak duduk tegak dan tekan bagian hidup beberapa saat sampai dirasa darah sudah berhenti.

 


Search



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz