MENGATASI ANAK YANG BERPERILAKU PORNO

MENGATASI ANAK YANG BERPERILAKU PORNO
25 Januari 2017 12:53 WIB

Halo, Womanblitz. Saya Dea dari Surabaya. Saya punya saudara cowok yang masih kelas 1 SD. Tapi dia menunjukkan perilaku yang tidak wajar. Semisal dia sedang duduk sebelahan dengan perempuan, tiba-tiba tangannya memegang payudara atau pantat sambil tertawa. Mungkin dia tidak tahu maksudnya, tapi ia sering melihat bagian tubuh wanita di media, dia lalu tertawa sendiri. Nah, bagaimana mengatasinya? Terima kasih.

Dea, 22 tahun

Jawab:

Dear kak Dea, 

Berikut jawaban dari Psikolog, Edwina Natalia, M.Psi.

Beribicara tentang perilaku porno pada anak, kita pahami dulu perkembangan seksual anak. 

Pada usia 2-5 tahu  harusnya identitas gender sudah jelas. Anak sudah harus paham tentang perbedaan laki-laki dan perempuan. Serigkali pada usia ini anak penasaran dan ingin tahu bagian tubuh temannya atau bermain dokter-dokteran. Di tahap usia ini anak sudah harus dikenalkan perbedaan laki-laki dan perempuan serta batasan bagian tubuh mana yang boleh disentuh orang lain dan perlu dijelaskan bahwa itu untuk alasan privasi dan keamanan. 

Usia 6-9 tahun, anak biasanya penasaran dengan tubuh temannya tapi sudah merasa ada rasa malu dan paham bahwa anggota tubuh temannya tak boleh disentuh. Di usia ini juga biasanya anak aktif mengeksplorasi dunia sosial, berteman, dan mulai meniru apa yang di lingkungannya. Di fase ini orang tua perlu menyelami pertemanan di usia anak, dan kita perlu memilih lingkungan pertemanan yang baik untuk anak.

Sedangkan tahapan usia 10-12 tahun, anak biasanya mulai resah dengan perubahan bentuk tubuh mereka yang terjadi saat pubertas. Mereka mulai tertarik lawan jenis, membayangkan ciuman dan berpelukan. Ini fase yang sangat rentan, bila orang tua terlalu ketat pada anak maka anak bisa jadi akan takut bertanya atau bercerita pada orang tua. Di fase ini penting sekali ortu menjadi sahabat anak.

Nah, bila dirasa ada perilaku menyimpang dari tahap perkembangan sewajarnya maka perlu dilihat sumbernya dari mana. Sumber bisa jadi dari:

1. Ketidaktahuan anak

2. Penggunaan internet yang tidak terkontrol

3. Mencontoh lingkungan sekitar. 

Penting sekali mengetahui sumber dari mana, agar perilaku tidak terulang.


Search



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz