intip peringatan hari Ibu internasional ala menteri pemuda dan olahraga asal negeri jiran

13 Mei 2019 22:12 WIB

 

Siapa bilang hari ibu hanya dirayakan di Indonesia saja? Hari ini, tepat 13 Mei 2019 juga dirayakan sebagai hari ibu internasional loh. Sudah pada ngucapin ke ibu kalian belum?

Berbicara mengenai hari ibu selalu mengharukan dan membuat hati teduh apalagi saat mendengar kisah perjuangan seorang ibu. Seperti yang diceritakan oleh sosok Syed Saddiq.

Nama  Syed Saddiq mulai ramai dibicarakan saat dirinya dilantik sebagai Menteri Belia dan Sukan, atau Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia.  Pria yang juga pernah bekerja sebagai peneliti di Pemerintahan Malaysia ini membagikan kisah kedekatannya dengan sang ibu di hari Ibu Internasional.

Dilansir dari Instagramnya, pria yang dilantik menjadi menteri saat berusia 25 tahun ini bercerita tentang perjuangan ibunya yang selalu mendukungnya dalam segala kondisi. Wanita hebat itu adalah Sharifah Mahani.

Syed Saddiq bercerita bahwa sang ibunya selalu mendukungnya setiap saat,sepertii ketika ia terjatuh dari sepeda, saat dirawat karena kebodohannya merokok demi terlihat keren, juga ketika mengesampingkan studi di Oxford dan beasiswa demi memulai perjalanan besarnya.

Ia juga bercerita  ketika ia menjadi oposisi pemerintah yang dicari-cari polisi pukul dua dini hari di rumahnya, akibat ucapannya yang dianggap vokal. Namun sang ibu-lah selalu mendukungnya hingga ia sukses di usia sebelia ini.

Ketika ia lulus dari International Islamic University Malaysia (IIUM), ia sempat sedih karena dilarang menghadiri upacara kelulusan. “Saya ingat bagaimana Ibu meminjam toga dan membuat kejutan untuk menghibur saya,” tulisnya melalui caption Instagram.

Meskipun ibunya merupakan seorang pengajar, namun sosok ibu tidak pernah lupa akan kewajibannya sebagai istri dan ibu. Hal ini yang membuat dirinya sangat bangga pada sang ibu.

Setiap pagi ibunya bangun pukul 5 pagi untuk membantu persiapan ayahnya bekerja di Singapura, lalu mengajar dan kembali ke rumah siang hari. Lalu ibunya memasak makan siang. Sore hari kembali mengajar dan kembali untuk masak makan malam. Setelah itu ibunya kembali mengajar kelas malam.

“Aku berutang padamu selamanya, Mama. Aku tidak peduli dipanggil anak laki-laki mama,” kata dia.

Ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa dibalik kesuksesan seorang pria, pasti ada peran seorang wanita. “Sering kali wanita itu adalah ibunya. Itulah ceritaku. Selamat Hari Ibu, Mama. Satu-satunya wanita super saya,”  tambahnya.

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz