Dompet tipis setelah lebaran? Simak tips berikut untuk selamatkan keuangan anda

7 Juni 2019 21:51 WIB

 

Ramadhan telah usai, begitu juga dengan Lebaran yang sudah berlalu. Sekarang saat menjalani rutinitas harian seperti biasa. Rangkain perayaan Lebaran kemarin kini menyisakan cerita tentang kondisi keuangan pribadi yang tanpa disadari menjadi sedikit berantakan.

Nah, mumpung sekarang masih di pekan-pekan awal kembali berutinitas, saatnya bagi anda untuk menata kembali dan mengatur keuangan dengan lebih baik. Agar kondisi finansial dan target-target keuangan di masa mendatang tetap bisa tercapai. Selain itu, supaya kelak ketika musim perayaan Lebaran kembali datang, anda jadi lebih siap menghadapi dari segi finansial.

Simak langkah-langkah menata dan mengatur keuangan pasca Lebaran berikut ini!

Periksa pendapatan yang tersisa

Langkah pertama adalah mendaftar semua rekening yang anda miliki dan catat satu per satu posisi terakhir sisa pendapatan yang anda miliki. Misalnya, di rekening penerimaan gaji berapa yang tersisa, rekening dana darurat berapa yang tersisa, dan lain sebagainya.

Kumpulkan semua dana yang anda miliki. Namun, pastikan dana yang anda perhitungkan adalah dana di luar yang tersimpan di rekening investasi. Dengan kata lain, uang anda di rekening investasi, tidak boleh diotak-atik.

Buat daftar pengeluaran sampai akhir bulan

Setelah mengetahui besar nilai posisi keuangan anda, saatnya mendaftar pengeluaran yang masih harus anda tanggung, paling tidak sampai jadwal penerimaan gaji berikutnya. Pengeluaran itu termasuk cicilan rutin misalnya cicilan mobil, rumah, kartu kredit, dan lain sebagainya. Lalu pos pengeluaran rutin seperti listrik, air, telepon/internet/televisi berbayar, dan lain-lain.

Idealnya, pendapatan yang anda miliki pasca perayaan Lebaran selesai, masih memadai untuk menutup semua daftar pengeluaran rutin tersebut. Bila arus kas bulanan ternyata tidak mampu menutup seluruh beban pengeluaran, anda bis menggunakan sebagian dana darurat untuk menutupnya. Dengan catatan, ketika kelak mendapatkan pendapatan lagi, dana darurat tersebut perlu anda kembalikan lagi hingga nilainya bisa kembali ideal.

Jika pendapatan tidak mencukupi?

Nah, bagaimana ternyata dana darurat yang anda miliki pun tidak bersisa? Sedangkan daftar pengeluaran rutin yang harus dibayar tidak mampu ditutupi oleh sisa pendapatan pasca Lebaran? Apakah boleh berutang untuk menutupnya?

Jangan terburu-buru. Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah melihat lagi daftar pengeluaran yang harus dibayarkan, mulai dari pos cicilan utang rutin, pengeluaran rutin seperti biaya makan, sampai pengeluaran untuk kebutuhan rumah.

Coba lihat apakah ada pos yang masih memungkinkan untuk ditekan atau dihemat lebih banyak? Pos cicilan utang rutin lebih baik tidak perlu diusik, karena memangkas jatah pembayaran tagihan hanya akan membuat biaya utang anda jadi lebih mahal.

Jadi, yang paling memungkinkan adalah penghematan dari pos rutin seperti biaya makan dan transportasi. Bila anda selama ini sering jajan di luar rumah atau makan siang dan malam di restoran, cobalah untuk menurunkan pilihan makanan sesuai budget. Akan lebih hemat lagi bila anda beralih membawa bekal makan dari rumah, paling tidak untuk makan siang.

Sudah berhemat, tapi tetap tidak cukup?

Daftarlah aset yang bisa anda kapitalisasi. Misalnya, gadget mahal atau simpanan emas anda. Opsi yang memungkinkan adalah menggadaikan barang tersebut untuk mendapatkan dana segar untuk menutup sisa kebutuhan. Dengan catatan, anda akan menebus barang gadai tersebut begitu kelak mendapatkan pendapatan lagi.

Namun, bila cara ini masih belum cukup menutup kebutuhan, apa boleh buat. Mungkin berutang bisa menjadi jalan keluar yang baik.

Gesek tunai kartu kredit atau ajukan Kredit, apakah boleh?

Cara ini bisa menjadi solusi, namun tetap dengan pertimbangan. Mungkin banyak kalangan yang galau, meminjam dari kartu kredit melalui tarik tunai kartu kredit atau mengajukan pinjaman tanpa agunan alias KTA?

Semuanya kembali pada berapa besar nilai kebutuhan uang tunai anda. Apabila kebutuhannya adalah untuk akhir bulan saja dan nilainya tidak terlalu besar, anggaplah dibawah 2 juta, maka opsi tarik tunai kartu kredit bisa dipilih.

Tapi ingat, bunga tarik tunai kartu kredit tidak kecil, sekitar 2,25% per bulan. Selain itu ada juga biaya tarik tunai yang dipatok bank di luar bunga. Besarnya beragam tergantung pada bank penerbit kartu kredit.

Adapun bila kebutuhan dana anda cukup besar, memilih pinjaman KTA akan lebih baik karena anda berkesempatan mendapatkan biaya lebih murah dan hitungan bunga flat rate, bukan bunga berbunga.

Mulai mengatur keuangan lebih cermat

Setelah urusan anggaran pengeluaran sampai akhir bulan atau sampai waktu gajian tiba, sudah beres, mulailah untuk membuat perencanaan penting untuk keuangan anda di masa mendatang. Dimulai dengan  mengevaluasi target-target keuangan dari pertengahan tahun ini.

Cek lagi kondisi investasi yang anda miliki baik di produk pasar modal juga di investasi riil seperti emas, dan lain-lain. Daftarlah rencana pengeluaran tahunan, apakah pendapatan anda kelak akan mencukupi untuk menutup pengeluaran tersebut.

Dengan selalu membuat perencanaan keuangan yang jeli, kondisi kesehatan keuangan anda bisa stabil dan sehat. Itulah langkah-langkah menata dan mengatur keuangan pasca Lebaran yang bisa anda praktekkan segera.

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz