Designer, Trend and Highlights Shanghai Fashion Week

23 Oktober 2018 15:15 WIB

 

Antusiasme akan fashion di kota Shanghai sangatlah mengejutkan. Faktanya hal pertama yang dapat dilihat ketika sampai di kota ini adalah jajaran toko-toko dari brand-brand luxury kelas dunia mulai dari Prada, Gucci dan fashion house terkenal dunia lainnya.

Tak kalah dengan New York Fashion Week atau London Fashion Week, Shanghai Fashion Week juga menyuguhkan pengalaman yang avant-garde mulai dari designer, tren fashion hingga para streetwear enthusiasts. Acara Spring Runways Show 2019 yang berlangsung di kota Shanghai ini memperlihatkan koleksi para designer sekaligus tren yang diminati.

 

(Samuel Guì Yang)

Show yang disuguhkan oleh Samuel Guì Yang di Power Station of Art for Labelhood merepresentasikan kembali busana tradisional Cina dengan detail yang mengejutkan dan memukau. Mulai dari mandarin jackets, knot buttons dan silk blouses hadir dalam beragam palette yang artistik dan colourful mulai dari khaki, mint green, olive dan red. Samuel bermarkas di Shanghai dan London. Ia pun menerima gelar M.A dari Central Saint Martins di tahun 2015 yang menjelaskan bagaimana penggabungan budaya dalam koleksi-koleksinya.

 

(Ming Ma)

Ming Ma juga menyelesaikan Master degreenya di Central Saint Martins. Show yang ia bawakan di Labelhood menjadi salah satu yang terbaik di Shanghai Fashion Week yang juga merupakan koleksi resmi pertamanya. Cara Ming Ma menghadirkan warna dan couture dalam koleksinya sangat apik, mulai dari mid-length bubble skirt, strapless top, satin jackets dan masih banyak lagi.

 

(Ximon Lee)

Ximen Lee menjadi salah satu nama yang masuk dalam daftar nama-nama terkenal pada parade Shanghai Fashion Week. Ia telah memperlihatkan koleksinya di Paris untuk beberapa musim dan juga menjadi finalis pada LVMH Prize di tahun 2015. Hanya berselang beberapa minggu setelah parade busananya di Paris, ia datang ke Shanghai untuk memamerkan koleksi Spring 2019 terbaru miliknya yang terinspirasi dari American copies of Chinese rugs dari awal abad 20an. Koleksi ini dipenuhi dengan brocade, coat dengan motif Cina, classic mandarin coat dan qipao dress.

Beberapa juga yang menjadi highlights pada parade busana Shanghai Fashion Week: Swaying, salah satu label yang fokus pada rajutan di Shanghai ini menunjukkan koleksi yang dreamy, ultra-fine knit dresses, trousers dan tunik yang dapat menjadi outer kapanpun; Guo Yirantian dengan koleksi loose tailoring dan slipdresses yang mudah dikenakan menjadi salah satu show yang menampilkan kesan elegan pada Shanghai Fashion Week; Shushu/Tong presented by Liushu Lei dan Yutong Jiang, menawarkan koleksi yang lebih memiliki kesan youthful, ruffled dan bow-tied dresses.

 

(Yirantian)

 

(Swaying)                         

 

(Shushu/Tong)

 

(Reclothing Bank)

Isu tentang sustainability masih belum menjadi topik utama yang diperbincangkan para designer di Cina. Fashion house dunia sudah mulai untuk mengurangi penggunaan plastik pada koleksi mereka seperti label Stella McCartney dan Everlane yang menciptakan teknologi untuk membuat benang dari bahan plastik daur ulang. Zhang Na dari Reclothing Bank menjadi satu dari sedikit designer yang menggunakan bahan sisa dan recycling pada koleksinya, yang dibuat dengan secondhand garments dan leftover materials.

 

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz