CARA BARU BERINVESTASI MUDAH DAN AMAN BERSAMA PEMERINTAH

29 September 2019 09:07 WIB

 

Kesadaran berinvestasi di masa sekarang ini meningkat tajam. Tak terbatas umur, latar belakang ataupun status pekerjaan. Didukung dengan Teknologi yang makin berkembang, orang semakin mudah berinvestasi dengan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Situasi ini lah yang kemudian disambut oleh Pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

DJPPR untuk pertama kalinya menemui masyarakat di beberapa kota besar di Indonesia. Menutup rangkaian Infest 2019 di Surabaya, DJPPR menggelar Talkshow “Yang Muda Yang Bicara” di Surabaya. Talkshow dengan tema “Creative economy : Passion, Grow, Invest” ini dihadiri oleh ratusan anak muda dan juga perempuan muda yang ingin tahu tentang pengelolaan keuangan, khususnya tentang Investasi.

Hadi Surono , Kepala Subbagian Layanan Informasi, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Sekretariat Direktorat Jenderal mengungkapkan bahwa acara yang digelar pada jumat kemarin (27/9) bertujuan untuk mendorong generasi muda Surabaya menjadi generasi yang kreatif dan produktif dalam meningkatkan minat dan kultur investasi, yang merupakan wujud kontribusi dan kerja bersama yang lebih baik untuk negeri ini.

Lebih lanjut Hadi menuturkan bahwa masyarakat saat ini bisa lebih mudah memilih investasi yang disediakan oleh negara dalam bentuk Surat Berharga Negara Retail atau SBR. Jika sebelumnya hanya bisa melalui offline dan membutuhkan survey untuk bisa membeli SBR, mulai tahun ini anda bisa membeli lewat online. Tak itu saja womanblitzer, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Kini, anda bisa membeli SBR mulai harga satu juta rupiah dengan menyesuaikan kebutuhan investasi masing masing customer.

Sesi Parentalk yang menghadirkan Nucha Bachri (Co-Founder Parentalk) dan Novi Puspita Wardani (Kepala Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara DJPPR)

Semuanya ini dibahas dalam Talkshow yang menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Heri Setiawan (Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara DJPPR),  Ario Pratomo (Content Creator),  I Gede Yuddy Hendranata (Kepala Subdirektorat Hubungan Investor DJPPR), Nucha Bachri (Co-Founder Parentalk) dan Novi Puspita Wardani (Kepala Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara DJPPR).

Secara garis besar, talkshow ini juga memberikan pemahaman mengenai pengelolaan APBN yang dilakukan Pemerintah dan bagaimana Pembiayaan APBN dimanfaatkan secara produktif untuk memberikan manfaat bagi pelaku usaha , pegiat industry kreatif di tanah air dan masyarakat di Indonesia. Talkshow ditutup dengan pembahasan pentingnya Investasi untuk keluarga dalam sesi Parentalk.

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz