bukan hanya tradisi, saling memaafkan juga bermanfaat bagi kesehatan

8 Juni 2019 14:50 WIB

 

Hari raya Idul Fitri memang sudah berlalu, namun tak sedikit ucapan lebaran dan permohonan maaf masih berlalu lalang di aplikasi chat maupun saat bertemu langsung. Apalagi bagi anda yang masih bersilaturahmi dengan sanak keluarga maupun tetangga.

Menyampaikan permohonan maaf dan saling memaafkan memang terkesan umum dan biasa, apalagi jika dilakukan serentak saat moment lebaran seperti ini. Namun yang menjadi ertanyaan adalah, apakah permohonan maaf dan pemberian maaf keluar dari hati atau hanya sekedar syarat perayaan lebaran? Tapi siapa sangka, saling bermaafan juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

 

Banyak dokter spesialis kejiwaan menyebut saling memaafkan dapat menurunkan stres. Meskipun memaafkan terkesan sulit, namun memberi efek baik bagi pikiran dan perasaan. Dengan memaafkan bisa menenangkan diri karena ada oksitosin dan kortisol, hormon ini berkaitan tapi punya efek berbeda. Makin banyak hormon stres kortisol, akan membuat masalah di badan dan sulit memaafkan bisa meningkatkan stres.

Bukan hanya itu, bermaaf-maafan juga bermanfaat bukan hanya kepada mereka yang meminta maaf tetapi juga yang memberi maaf.

Selain itu, memaafkan juga diketahui cenderung bisa memperpanjang usia seseorang. Hal ini lantaran, hormon stres (kortisol) berkurang. Jika memaafkan, memberikan maaf hormon oksitoksin (bahagia) keluar. Dua hormon tersebut diperlukan sebagai keseimbangan hasilkan anti-stres.

Selain itu, dengan memaafkan juga bisa menurunkan berat badan secara tidak langsung. Orang yang sulit memaafkan akan menimbulkan dendam dalam diri. Ini akan berpengaruh pada gaya hidup yang tidak sehat. Umumnya mereka akan makan apa saja, atau minum alkohol untuk hilangkan stres, hal ini yang bisa menimbulkan kenaikan berat badan.

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz