Berjuang selama 4 bulan, begini fakta kanker darah yang diidap Ani Yudhoyono

1 Juni 2019 15:35 WIB

Berita duka akibat meninggalnya selebritis, hingga tokoh negara akibat kanker semakin marak. Setelah sebelumnya Ustad Arifin Ilham yang meninggal akibat kanker getah bening, hari ini (1/6) Ani Yudhoyono, istri presiden ke-6 Republik Indonesia ini dinyatakan meninggal akibat kanker darah.

Lalu bagaimana kanker tersebut dapat mematikan, hingga apa saja jenis kanker darah yang umum di masyarakat? Simak penjelasan Womablitz berikut.

Kanker berawal ketika sel-sel di dalam tubuh mulai tumbuh tidak terkendali. Salah satu yang banyak diderita di Indonesia adalah kanker darah, merupakan jenis kanker yang menyerang produksi dan fungsi sel darah normal dalam tubuh. Hampir semua kasus kanker darah bermula dari sumsum tulang, tempat di mana darah diproduksi.

Jika kanker darah sering dikenal dengan sebutan Leukimi, ternyata itu hanyalah salah satu jenisnya. Masih ada 2 jenis lagi kanker darah yang paling umum. Apa saja dan bagaimana gejalanya?

Dalam dunia medis, kanker darah disebut juga sebagai kanker hematologi. Jenis kanker darah yang paling umum adalah leukimia, limfoma, dan myeloma. Masing-masing jenis kanker ini nyatanya menyerang bagian darah yang berbeda, sehingga mungkin memunculkan gejala yang berbeda, dan membutuhkan pengobatan yang juga mungkin berbeda.

Leukimia

Leukimia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang sehingga tidak lagi mampu untuk memproduksi cukup sel darah putih leukosit untuk melawan infeksi. Di saat bersamaan, sel kanker leukimia juga merusak dan menghancurkan leukosit yang sudah ada dalam tubuh.

Itu kenapa ketika seseorang mengalami leukemia, tubuhnya akan lebih rentan kena infeksi dan peradangan yang sangat sulit sembuhnya. Kanker leukimia kemudian dibedakan lagi menjadi dua jenis berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, yaitu akut dan kronis.

Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit diobati. Gejala leukimia juga termasuk cukup sulit untuk dideteksi karena jenis kanker darah ini tidak memunculkan ciri yang khas. Namun, pada umumnya waspadai tanda-tanda ini:

Anemia

Sering mengalami perdarahan seperti memar, mimisan, atau gusi berdarah karena darah sulit membeku

Mudah jatuh sakit karena infeksi

Nyeri sendi atau di area tulang belakang

Nafsu makan dan berat badan menurun drastic

Berkeringat berlebih di malam hari

Myeloma

Myeloma atau multiple myeloma adalah jenis kanker darah yang terbentuk dari sel plasma ganas. Sel plasma menghasilkan antibodi yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman.

Sel plasma normal ditemukan di dalam sumsum tulang dan merupakan bagian sistem imun yang penting. Selain sel plasma, sumsum tulang juga memproduksi sel-sel khusus yang membangun jenis sel darah lainnya. Beberapa gejala kanker darah myeloma yang khas, di antaranya:

Anemia

Sering mengalami perdarahan dan memar

Gangguan tulang dan kalsium sehingga menyebabkan tulang mudah patah

Rentan mengalami infeksi

Gangguan atau kerusakan ginjal

Kaki bengkak

Limfoma

Jenis kanker darah limfoma secara spesifik menyerang limfosit. Limfosit adalah sel darah putih di sistem kekebalan tubuh yang khusus memerangi infeksi, dan ini termasuk kelenjar getah bening, limpa, timus, serta sumsum tulang.

Fungsi limfosit yang tidak normal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Kanker darah limfoma dibagi lagi menjadi dua kategori utama, yaitu: limfoma non-Hodgkins dan limfoma Hodgkins. Namun, gejala kanker limfoma yang umum adalah:

Adanya tonjolan di bawah kulit, selangkangan, leher, atau ketiak

Demam dan menggigil

Batuk yang tak kunjung sembuh dan membaik

Sesak napas dan nyeri dada

Gatal-gatal di seluruh tubuh

Keringat berlebih di malam hari

Sakit perut, punggung, atau nyeri tulang

Selalu merasa lemah, lesu, dan tidak bersemangat

Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas

Nafsu makan menurun

Muncul darah dalam tinja atau muntah

Haid dengan volume darah yang berlebihan

Limfoma adalah jenis kanker darah yang tidak umum. Namun, risiko untuk mengidapnya dapat meningkat pada pria berusia 60 tahun atau lebih yang kelebihan berat badan dan/atau punya daya tahan tubuh lemah karena penyakit seperti rematik, lupus, HIV/AIDS, atau hepatitis C. Risiko seseorang juga dapat meningkat jika ada riwayat kanker yang sama dalam silsilah keluarganya.

Apakah pengobatannya juga beda? Ya. Setiap jenis kanker darah mungkin membutuhkan terapi dan lama durasi pengobatan yang berbeda. Umumnya dokter dapat menentukan jenis pengobatan kanker leukimia yang paling tepat setelah mengamati riwayat kesehatan serta melakukan pemeriksaan fisik dasar untuk memastikan jenis kanker mana yang diidap.

Pilihan pengobatan kanker darah terdiri dari kemoterapi, terapi biologis untuk penguatan sistem imun, terapi target, terapi radiasi, transplantasi sel induk, transplantasi sumsum tulang, dan resep obat kortikosteroid seperti prednisone atau dexamethasone. Tergantung juga dari seberapa luas penyebaran sel kankernya, pasien mungkin membutuhkan kombinasi dari beberapa pilihan pengobatan tersebut.

Jika anda curiga mengalami gejala-gejala kanker darah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat. Ingat, semakin cepat mendeteksi dan mengobati kanker maka peluang sembuh totalnya juga semakin tinggi.



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz