Bahaya Multitasking Bagi kesehatan Otak

17 Desember 2019 09:33 WIB

 

Di zaman serba cepat ini, banyak orang yang dituntut untuk bekerja ekstra. Tak jarang dalam dunia profesional, kemampuan multitasking saat ini semakin banyak dicari oleh perusahaan. Ketika melakukan multitasking, banyak orang terlihat sepert memiliki IQ di atas rata-rata. Meski begitu, ternyata melakukan multitasking memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan terutama otak. Berikut adalah ulasan bahaya melakukan multitasking bagi kesehatan otak Womanblitzer.

Mengurangi Kinerja Mental

 

Dalam website Thrive Global, Earl Miller, seorang ahli saraf dari MIT mengatakan jika multitasking bisa mempengaruhi kognisi, atensi dan pembelajaran pada manusia. Otak memerlukan jeda waktu untuk beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Sednagkan para multitasker melakukan lebih dari satu pekerjaan di waktu yang sama. Hal ini meningkatkan risiko berkurangnya kinerja mental yang justru dapat memberikan respon yang salah. Menurut Miller, dibutuhkan rata-rata 23 menit dan 15 detik untuk fokus pada pekerjaan selanjutnya.

Mengurangi Fokus dan Konsentrasi

 

Kegiatan multitasking juga dapat menghasilkan siklus dopamine yang sulit diputus. Para multitasker akan menciptakan suatu kondisin yang membuat kecanduan sehingga mereka susah untuk melakukan satu pekerjaan saja. Meski begitu, kegiatan ini tak jarang akan membuat mereka akan kehilangan fokus pada satu tugas. Bisa dipastikan konsentrasi multitasker akan menjadi berkurang serta susah untuk memilih pekerjan terpenting untuk diselesaikan lebih dulu. Kebiasaan multitasking akan membuat tingkat fokus berkurang yang lama kelamaan akan menguras pikiran dan berdampak kesehatan fisik.

Menyebabkan Kelelahan

 

Melakukan satu pekerjaan saja sudah pasti membuat badan akan merasa lelah, apalagi jika Womanblitzer melakukan beberapa pekerjaan dalam sekali waktu. Melakukan pekerjaan berlebihan sudah tentu saja akan menguras energi. Ketika meminta otak untuk beralih fokus dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain menyebabkan korteks prefrontal dan striatum membakar glukosa yang merupakan bahan bakar tubuh untuk tetap bekerja. Jika bahan bakar tersebut terbakar dengan cepat, tubuh akan mudah merasa lelah dalam waktu singkat.

Menurunkan Nilai IQ

 

Penelitian yang dilakukan oleh University of London menemukan jika orang yang melakukan multitasking mengalami penurunan IQ ke tingkat yang setara dengan anak-anak usia 8 tahun. Hal ini dikarenakan karena proses informasi manusia tidak cukup untuk input yang masuk sembari melakukan tugas yang bersamaan. Saat fokus yang seharusnya untuk satu kegiaan malah digunakan untuk banyak kegiatan, tak jarang otak akan memiliki hambatan dalam menafsirkan informasi secara efektif. Multitasking juga membuat berkurangnya kepadatan otak yang berfungsi untuk mengontrol kemampuan kognitif dan emosional seseorang.

 

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz