4 Tanda-Tanda Pelembab Tak Cocok Untuk Kulit Wajah

14 Maret 2019 19:36 WIB

 

Kulit yang lembab dan terhidrasi dengan baik adalah ciri-ciri kulit yang sehat dan terawat. Menggunakan produk pelembab adalah salah satu cara untuk menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi. Namun, banyak produk pelembab yang dijual di pasaran dengan beragam kandungan yang berbeda terkadang membuat bingung untuk memilh produk yang tepat. Jika tidak memperhatikan jenis dan kandungan pelembab yang tepat, bisa memberikan efek yang kurang baik bagi kulit wajah. Sebelum terlambat, berikut 4 tanda-tanda jika pelembab yang digunakan tidak cocok dengan kulit wajah.

 

1. Dry Skin

 

(Interest Digest)

Salah satu tujuan menggunakan produk moisturizer atau pelembab adalah untuk merawat kulit wajah agar selalu lembab dan terhidrasi dengan cukup. Jika setelah menggunakan suatu produk pelembab namun kulit tetap kering atau bahkah terlalu kering, ini menandakan produk tidak bekerja dengan maksimal. Bisa jadi produk pelembab yang digunakan tidak cocok. Menurut Renee Rouleau, seorang skin care expert, untuk mengatasi kulit yang terlalu kering agar menggunakan produk pelembab yang memiliki kandungan pelembab alami seperti emollient, hyaluronic acid, ceramides atau shea butter. Produk pelembab dengan kandungan yang tepat dapat mencegah terjadinya kulit terlalu kering serta merawat kulir agar tetap segar dan terhidrasi.

 

2. Oily Skin

 

(Allure)

Menurut Hadley C. King, MD, seorang dermatologist asal New York, setelah menggunakan produk pelembab dan kondisi kulit justru banyak memproduksi minyak menandakan jika penggunaan produk pelembab terlalu banyak, berat atau tidak sesuai dengan kondisi kulit. Untuk menghindari produksi minyak yang berlebih bagi pemilik jenis kulit berminyak, disarankan untuk memilih produk pelembab yang memiliki formula khusus untuk jenis kulit berminyak yang memiliki kandungan penting seperti glycerine, dimethicone atau niacinamide.

 

3. Irritation Skin

 

(Shutterstock)

Jika setelah menggunakan produk pelembab kulit wajah menunjukkan tanda-tanda kemerahan dan iritasi, bisa dipastikan bahwa pelembab yang digunakan tidak cocok. Menurut dermatolog Suzanne Friedler, M.D., F.A.A.D., ada beberapa kandungan daalam pelembab yang dapat memicu terjadinya iritasi seperti glycolic acid, mineral oils dan fragrance. Pelembab yang memiliki kandungan tersebut wajib dihindari oleh pemilik kulit sensitive. Untuk meminimalisir risiko kulit merah dan iritasi, usahakan untuk memilik produk pelembab yang menawarkan klaim fragrance-free dan hypoallergenic.

 

4. Breakout Acne

 

(Reader’s Digest)

Bagi pemiik kulit acne-prone, menggunakan produk pelembab yang tidak cocok dapat menyebabkan munculnya jerawat atau bruntusan. Dr. Friedler menjelaskan bahwa menggunakan produk pelembab dengan kandungan yang tidak cocok tak hanya membuat kulit memproduksi minyak berlebih namun juga dapat menyumbat pori-pori yang mengakibatkan kotoran dan bakteri menumpuk pada pori-pori kulit yang memicu munculnya jerawat. Bagi pemilik kulit acne-prone, disarankan untuk menggunakan pelembab yang tak hanya oil-based formula namun juga yang menawarkan klaim non-comedogenic dan non-acnegenic. Pelembab yang memiliki kandungan salicylic acid dan retinol tak hanya menghidrasi kulit namun juga dapat membantu meredakan jerawat dan bruntusan.

 

 

(Cover source: Allure)

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz