Yuk, Kenali Risiko Depresi pada Perempuan!

11 Oktober 2018 13:45 WIB

 

Bertepatan dengan hari Kesehatan Mental Internasional yang diperingati kemarin 10 Oktober, Womanblitz akan membahas tentang depresi pada perempuan mulai dari penyebab dan juga cara mencegah agar tidak terserang depresi. Tim Womanblitz.com berkesempatan untuk berbincang secara langsung dengan dr. Aimee Nugroho SpKJ, spesialis kedokteran jiwa untuk berbincang lebih lanjut tentang depresi ini.

 

(dr. Aimee Nugroho SpKJ, Spesialis Kedokteran Jiwa)

Perbedaan Risiko Penyakit Mental Pada Laki-Laki dan Perempuan

Pada dasarnya setiap manusia memiliki kepribadian dan tingkat risiko gangguan mental yang berbeda-beda. Namun, menurut penelitian umumnya ada perbedaan prevalensi gangguang jiwa antara laki-laki dan perempuan. jika pada laki-laki gangguan mental yang sering terjadi adalah skizofrenia, gangguan cemas dan autisme. Sedangkan pada perempuan, gangguan mental yang sering terjadi adalah depresi, gangguan kepribadian yang histeris dan gangguan kecemasan.

Gangguan penyakit mental juga tak selalu menyerang orang dewasa saja, bahkan remaja juga memiliki risiko tinggi untuk terkena gangguan mental. Prevalensi gangguan mental pada remaja pun sangat tinggi sampai penelitian menunjukkan bahwa 1 diantara 5 remaja mengalami depresi.

Risiko depresi pada perempuan  dewasa meningkat saat perempuan sudah masuk pada masa menopause dan pasca melahirkan. Sehingga ada penyakit gangguan mental yang disebut sebagai depresi pasca melahirka.

 

Penyebab Depresi Pada Perempuan

Penyebab depresi pada perempuan menurut penelitian disebabkan karena kekurangan hormon serotonin. Hormon serotonin berkorelasi dengan hormon estrogen maka pada perempuan ketika mengalami penurunan hormon estrogen misalnya pada saat setelah melahirkan dan menopouse, menjadikan kadar hormon serotonin juga ikut turun. Dapat juga terjadi saat sengan menstruasi, sehingga ada yang disebut PMS adalah sebuah kondisi di mana kadar hormon serotonin menurun sehingga rentan untuk depresi. 

Penyebab depresi yang kedua terjadi pada orang-orang yang kehilangan orang yang mereka cintai. Sebagai contoh pada saat sedang putus cinta atau ditinggal suami meninggal. Keadaan ini rentan untuk memicu risiko terserang depresi. 

Ketiga, orang-orang yang lebih mengutamakan untuk membahagiakan orang lain dari pada diri sendiri juga memiliki risiko untuk terkena depresi. Selanjutnya, pada orang-orang yang memiliki latar belakang keluarga brokenhome atau yang pernah mengalami child abuse dapat me ningkatkan risiko terserang gangguan depresi saat sudah dewasa.

 

Gejala Depresi

Gejala seseorang mengalami depresi dapat terlihat ketika seseorang mulai merasa kelelahan dan kekurangan energi walau tidak sedang melakukan banyak aktifitas fisik, mulai meinggalkan hal-ha yang dianggap menarik dan disukai di masa lalu, sering merasa sakit kepala, merasa pesimis akan diri sendiri dan putus asa.

Tak hanya itu ketika seorang yang kesulitan tidur atau selalu tidur dan seseorang yang susah makan atau bahkan tak berhenti makan dapat menjadi gejala yang menunjukkan seseorang yang sedang mengalami depresi.

 

Tips Untuk Mencegah Depresi

Ada beberapa makanan yang mengandung triptofan. Triptofan merupakan salah satu dari 20 asam amino penyusun protein yang bersifat esensial bagi manusia. triptofan adalah prekurso dari hormon serotonin sebelum dipecah di dalam tubuh dan menjadi hormon serotonin. Mengkonsumsi makanan yang mengandung triptofan dapat mengurangi da mencegah depresi pada perempuan. Makanan yang mengandung triptofan diantaranya adalah pisang, kacang-kacangan, asparagus dan coklat.

Selanjutnya, depresi dapat dicegah dengan selalu berpikir positif dan jangan membandingkan hidup dengan hidup orang lain dan jangan lupa untuk selalu membahagiakan diri sendiri sebelum membahagiakan orang lain. Ketika meletakkan seseorang dalam daftar prioritas kita, pastikan kita juga menaruh diri  sendiri dalam daftar prioritas itu.

Dan yang paling penting adalah berolahraga dan menjadia kesehatan tubuh. karena kesehatan merupakan pendukung untuk segala aktifitas. Dan jangan lupa untuk selalu membuat diri berkumpul dengan keluarga, sahabat dan orang terkedat yang dapat memberikan support system positif setiap saat agar terhindar dari depresi.

Yang terakhir, jika sudah mengalami gejala-gejala mengalami depresi, menghubungi dokter atau ahli akan sangat membantu untuk kesembuhan depresi yang dialami.

 

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz