Uniknya perayaan Hari menuju Kedewasaan di Jepang

10 Januari 2018 12:48 WIB

Jepang memiliki tradisi unik untuk merayakan usia 20 tahun penduduknya. Dinamakan Seijin No Hi, atau hari menuju kedewasaan, perayaan ini diselenggarakan setiap hari Senin kedua bulan Januari. Tujuan dari perayaan ini adalah untuk memberi semangat dan memberi dukungan para penduduknya yang sudah memasuki usia yang dianggap dewasa di budaya Jepang, yaitu 20 tahun.

 

Tradisi perayaan

Perayaan ini dilakukan dengan seijin-shiki, upacara bersama dengan pemerintah lokal setempat. Pada perayaan ini, para penduduk yang sudah memasuki usia 20 tahun sejak 2 April tahun sebelumnya sampai 1 April tahun ini dan tetap tinggal di daerah itu,  berkumpul di satu tempat, untuk menghadiri upacara dan mendapatkan hadiah kecil dari pemerintah local setempat. Sementara untuk kota Tokyo, tempat-tempat yang biasanya menjadi pusat berkumpul adalah di daerah Shibuya, Disneyland dan Kuil Meiji Jingu.

Seijin No Hi di Tokyo Disneyland pada 2013

  photo source :dailymail.co.uk

Perayaan usia 20 tahun dianggap penting oleh penduduk Jepang, karena pada usia ini mereka resmi bertanggung jawab untuk dirinya sendiri di mata hukum, selain itu mereka juga legal untuk minum alcohol, merokok dan memilih jalan hidup mereka sendiri. Sebenarnya dulu upacara itu juga dirayakan karena pada usia 20 tahun mereka mempunyai hak pilih mereka, namun sejak tahun 2015, usia hak pilih itu diturunkan menjadi 18 tahun untuk memperbanyak jumlah pemilih di Jepang.

 

Pakaian tradisional yang di kenakan

Pada hari perayaan itu, para gadis akan berdandan cantik dan mengenakan furisode (lengan berayun) sejenis kimono dengan lengan yang panjang, biasanya panjangnya dari 99 cm sampai 107 cm. Menurut tradisi, furisode adalah jenis kimono yang dikenakan oleh para perempuan yang belum menikah pada saat menghadiri acara-acara formal. Terbuat dari kain yang bagus, biasanya sutra dan dihiasi dengan motif dan warna yang cerah. Menurut tradisi, furisode hanya dikenakan pada saat-saat moment special saja, seperti acara minum teh dan saat menghadiri upacara pernikahan kerabat. Harga busana ini tergolong mahal di Jepang, baisanya para orang tua akan membelikannya untuk anak gadis mereka menjelang usia 20 tahun. Namun ada juga yang akhirnya memutuskan untuk menyewa atau menerima warisan dari yang sudah merayakan terlebih dahulu karena harganya sangat mahal.

image photo source : tokyofashion (hairstyle and fake fur pictures); jasoncollinorg (zouri); nippongraph (full furisode)

Selain itu mereka juga akan mengenakan zouri, sandal khas Jepang dan mengenakan syal dari bulu palsu. Biasanya pada hari perayaan ini, salon menjadi penuh, karena para gadis ini memilih untuk menggunakan jasa salon untuk memakai pakaian yang bisa dibilang agak rumit, dan untuk mendandani rambut dan wajah mereka.

Sementara untuk kaum lelakinya, mereka hanya mengenakan kimono tradisional berwarna gelap yang dinamakan hakama. Namun untuk saat ini, banyak yang memilih pakaian yang lebih praktis untuk upacara ini.

image photo source : upside : shootlighter) ; downside : kyuhoshi



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz