Pentingnya menutup "layar” anak anda sebelum tidur

13 Desember 2017 08:53 WIB

Menurut sebuah penelitian dari Penn State College of Medicine, "screen time" saat anak menjelang tidur sebaiknya dihindari, karena bisa menyebabkan kurang tidur, rendahnya kualitas tidur, kelelahan di pagi hari dan meningkatnya index massa tubuh (IMT) yang jika berlebihan bisa menyebabkan obesitas.

Dalam penelitian yang dimuat di Global Pediatric Health Jurnal ini, para peneliti meneliti pemakaian teknologi (komputer, video games, telpon selular dan televisi) 234 anak dari usia 8 sampai 17 tahun. Di mana dari hasil penelitian itu diketahui bahwa anak-anak yang bermain video game sebelum tidur, waktu tidurnya akan berkurang sekitar 30 menit daripada anak-anak yang tidak bermain video game. Sementara anak-anak yang memakai telpon selular ataupun computer waktu tidurnya berkurang sekitar saru jam daripada mereka yang tidak menggunakannya. Dan anak-anak yang terbiasa untuk menonton TV sebelum tidur mempunya resiko lebih tinggi untuk terbangun di tengah malam. Demikian menurut penelitian yang dilansir oleh Popsugar Australia ini.

“Screen time” atau “waktu menatap layar” adalah lamanya waktu yang dihabiskan seseorang untuk menatap layar saat dia melakukan aktivitas tertentu yang melibatkan alat-alat yang mempunyai layar, seperti televisi, smartphone, computer, video game dan lainnya. Penelitian lainnya yang menunjukkan resiko “waktu menatap layar” yang berlebihan juga pernah dilakukan oleh American Academy of Pediatric. Menurut penelitian ini diketahui bahwa terlalu banyak penggunaan “waktu menatap layar”, sekitar 7 jam sehari, sudah bisa menyebabkan penurunan prestasi belajar pada anak. Sehingga disarankan untuk membatasi “waktu menatap layar” maksimal 2 jam saja. Bahkan untuk anak berusia dibawah 2 tahun, disarankan untuk tidak boleh menggunakan gadget, karena bisa menimbulkan gangguan bicara dan Bahasa.

Beberapa hal ini bisa dilakukan untuk membatasi “waktu menatap layar” bagi anak-anak selain memberikan batasan “waktu menatap layar” dengan ketat, yaitu :

1. Keluarkan peralatan elektronik yang mempunyai layar dari kamar anak anda. Jangan biarkan anak memiliki TV atau peralatan elektronik lainnya di dalam kamarnya.

2. Aktif dan kritis mengawasi konten yang sedang ditonton oleh anak.

3. Ingatkan diri anda  bahwa berdebat dengan anak anda mengenai “waktu menatap layar” ini tidak papa. Terutama karena dalam jangka panjangnya pembatasan ini baik untuk tumbuh kembang mereka.

Tentu saja ketika kita memberikan batasan kepada anak, sebagai orang tua kita juga harus bisa memberi teladan yang baik dengan membatasi paparan “waktu menatap layar” itu terhadap diri kita sendiri. 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz