Paraben pada Kosmetik benarkah Berbahaya?

8 Oktober 2018 10:02 WIB

 

Paraben pada kosmetik telah menjadi topik hangat yang telah diperbincangkan dalam dunia kecantikan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, sudah berapa banyak konsumen yang benar-benar mengetahui konsep paraben serta dampak paraben terhadap kesehatan? Saat ini banyak produk skin care yang telah menambahkan label ‘paraben free’ pada produk kemasan mereka. Berikut Womanblitz.com ulas mengenai informasi tentang paraben agar tidak menimbulkan kebingungan, karena sejatinya paraben bukanlah bahan yang beracun, penyebab kanker, ataupun bersifat mutagenik terhadap manusia.

 

Apa itu Paraben?

Paraben adalah sejenis bahan pengawet sintetis yang digunakan untuk mengawetkan produk kosmetik dan farmasi. Paraben ampuh dalam mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri serta menjaga kualitas produk. dalam istilah kimia, paraben disebut sebagai ester dari p-hydroxybenzoic acid. Ada beberapa jenis paraben yang sering digunakan dalam produk kosmetik dan farmasi seperti Methylparaben, Propylparaben, Ethylparaben, Butylparaben dan Isobutylparaben. Bahan paraben sering digunakan dalam produk-produk seperti lotion, shampoo, pasta gigi, gel cukup, pelumas dan kosmetik.

 

Kesalahpahaman Terhadap Kandungan Paraben

Sebenarnya paraben memiliki manfaat yang besar jika dilihat dari fungsinya untuk mencegah bakteri dan jamur tumbuh dan menjaga kualitas produk. Namun, ada sebuah penelitian di tahun 2004 yang membuat banyak konsumen mulai mempertanyakan keamanan paraben. Tahun 2004, peneliti dari Inggris Philippa Dabre, ph.D mengaitkan penggunaan paraben dengan meningkatnya risiko kanker payudara. Diketahuin ditemukan kandungan paraben pada 19 dari 20 perempuan yang terkena kanker payudara. Namun, penelitian ini diragukan keefektifannya oleh peneliti lain karena peneliti tidak melakukan penelitian dalam jaringan epitel seseorang yang tidak mengidap sakit serupa serta tak ada penjelasan lebih lanjut tentang dari mana asal paraben dapat masuk ke jaringan epitel tubuh.

Paraben sering dianggap membayakan karena memiliki sifat yang menyerupai hormon estrogen ketika masuk dalam tubuh manusia. Sedangkan tubuh yang memiliki kandungan estrogen berlebih dapat merusak siostem dan fungsi hormon yang dapat memicu meningkatnya risiko kanker payudara maupun gangguan lainnya.

Sebenarnya penggunaan paraben dalam jumlah kecil atau masih dalam ambang batas masih aman dan diperbolehkan. Apalagi kandungan paraben dalam produk kecantikan ataupun farmasi cenderung dalam kadar yang rendah.

 

Haruskah Menghidari Produk yang Mengandung Paraben?

Seiring dengan perkembangan serta banyaknya penelitian akan efek kandungan paraben terhadap kesehatan, Komisi Regulasi Uni Eropa pun mengambil tindakan dengan melarang produk kosmetik yang mengandung kandungan Isopropylparaben, Isobutylparaben, Phenylparaben, Benzylparaben dan Pentylparaben di tahun 2014. Sedangkan di Amerika FDA masih memperbolehkan kandungan paraben pada produk-produk dengan jumlah yang sudah ditentukan.

Paraben tidaklah membahayakan konsumen seperti yang telah dipercayai selama ini. Produk-produk yang memiliki kandungan organik pun juga mengandung paraben. Makanan seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, flaxm buah-buahan, bluberi, wortel dan ketimun juga menghasilkan paraben. Jika ingin memilih produk yang organik, sekarang ini sudah banyak brand internasional ataupun lokal yang mengusung konsep natural pada tiap produknya.

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz