Menurut survey, inilah Negara di Asia dengan pasangan paling bahagia

4 Januari 2018 11:44 WIB

Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh Prudential Corporation Asia, penduduk Kamboja mempunyai tingkat kepuasan paling tinggi dengan pasangannya. Dalam data hasil survey Prudential Relationship Index (PRI) untuk tahun 2017, 86% dari orang Kamboja yang disurvey merasa bahwa hubungan mereka dengan pasangannya sudah sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka. Demikian juga dengan penduduk Vietnam dan Filipina yang berada satu tingkat di bawah Kamboja, di mana 79% dari penduduk Negara itu yang disurvey mengatakan kepuasan hubungan personal mereka dengan pasangan. Bagaimana dengan Indonesia? Well, Penduduk Indonesia ada di peringkat keempat, tepat di bawah Filipina, dengan 75% dari orang Indonesia yang di survey mengatakan bahwa mereka bahagia dengan kehidupan bersama pasangan mereka.

photo source : femalemag.my


Survey dilakukan terhadap 4600 orang relawan, berusia antara 25 sampai 55 tahun di Kamboja, China, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Tujuannya untuk mengetahui hal-hal yang memperkuat hubungan pasangan di negara-negara yang di survey. Dari survey itu juga diketahui bahwa hal yang membuat sebuah hubungan itu kuat adalah ketika seseorang membiarkan pasangannya menjadi diri mereka sendiri. Dan bagi mereka, pasangan yang tidak banyak menuntut dan relax menjadi tipe pasangan yang paling diinginkan. Selain itu kesetiaan, kejujuran dan saling menghargai menjadi hal-hal yang paling diinginkan dari passangan di Asia. Sense of humor juga tidak kalah penting. Menurut hasil survey diketahui bahwa pasangan yang “tertawa bersama” paling tidak satu minggu sekali, mempunyai hubungan yang lebih erat dengan pasangannya (70/100) daripada yang jarang melakukannya.

Menurut hasil survey yang dilansir oleh female magazine ini juga diketahui bahwa hal-hal paling umum yang bisa menyebabkan pasangan bertengkar adalah masalah keuangan!. Lebih dari 1/3 pasangan yang di survey (37%) mengatakan bahwa hal-hal yang berhubungan dengan biaya membesarkan anak-anak, dan jumlah uang yang mereka dapatkan dan mereka bisa simpan menjadi hal yang bisa membuat mereka bertengkar. Selain itu, kurangnya perhatian dan perbedaan cara dan pandangan dalam mendidik anak juga bisa menjadi sebab pertengkaran. Dan rupanya, pasangan yang terlalu lama menghabiskan waktunya dengan melihat handphonenya juga menjadi alasan pertengkaran dengan pasangan, di mana 29% relawan yang di survey memilihnya sebagai sebab pertengkaran.



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz