Menguak Keunikan Buku Terbaru Dee Lestari “Aroma Karsa”

11 April 2018 12:56 WIB

 

Dwi Lestari atau Dee Lestari adalah novelist yang juga dikenal sebagai seorang penyanyi. Penulis kelahiran Kota Mojang Bandung ini telah merilis 12 karyanya yang semuanya laris di Indonesia. akhir-akhir ini sang novelist kenamaan akhirnya merilis buku terbarunya yang berjudul “Aroma Karsa”. Buku yang telah terjual sebanyak 10 ribu eksemplar via online sejak awal Maret itu merupakan karya hasil riset Dee yang telah ia lakukan sejak tahun lalu. Mirip dengan karya-karya Dee yang lain, buku “Aroma Karsa” mengandung sentuhan cerita perpaduan antara fakta dan campuran imajinasi Dee Lestari. Berikut fakta unik dari buku terbaru Dee Lestari.

 

1. Buku yang bercerita tentang aroma

Berbeda dengan karya Dee yang sebelumnya, buku barunya ini akan berpusat pada aroma. Tema yang telah disukai Dee Lestari sejak dua tahun yang lalu yang juga merupakan ketertarikannya dari penulis sejak kecil. Menurutnya, indra penciuman adalah indra pertanma yang terbentuk saat masih menjadi janin dan merupakan panca indra yang paling memicu emosi dan memori. Melihat masih sedikitnya karya tulis yang mengerjakan tema indra penciuman dalam kisah fiksi, Dee melihat peluang itu dan menjadikannya sebuah tantangan yang mengasyikan. Dalam buku terbarunya ini, Dee akan mengajak para pembaca ke berbagai tepat seperti Bantar Gebang di Bekasi sampai Grasse di Prancis dan bahkan di dunia antah brantah. Cerita yang menyuguhkan kisah petualangan, misteri dan cinta ini patut untuk dibaca.

Dalam buku ini juga menceritakan tentang air lindi, yang merupakan hasil reaksi dari sampah dan air hujan yang berwarna coklat, berbuih, berasap yang banyak ditemukan di tumpukkan sampah. Air lindi sendiri merupakan hasil dari reaksi kimia senyawa organik (Hidrokarbon, Asam Humat, Sulfat, Tanah dan Galat) dan anorganik (Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium, Khlor, Sulfat, Fosfat, Fenol, Nitrogen dan senyawa logam berat) reaksi kimia inilah yang menghasilkan air lindi yang memiliki bau yang khas yang diceritakan pada buku terbaru Dee Lestari.

 

2.  Dee melakukan riset lebih dari 9 bulan

Sebelum memutuskan untuk menulis buku “Aroma Karsa” ini, Dee telah melakukan riset besar-besaran untuk mendukung penulisan cerita yang bertemakan aroma ini. Dee memulai riset dengan membaca buku yang bertopik aroma sebagai kajian pustakanya dan juga mengunjungi berbagai tempat yang memiliki bau yang khas. Seperti yang telah diketahui bahwa seluruh karya Dee Lestari adalah gabungan antara fakta dunia nyata dan imajinasi Dee. Untuk menyokong kebenerakan akan karyanya ini, Dee sempat mengunjungi TPS Bantar Gebang hingga pabrik kosmetik Mustika Ratu. Dee Lestari telah memulai risetnya sejak tahun 2016.

 

3. Karya pertama Dee yang menggunakan proses Cetak dan Online

Buku “Aroma Rasa” ini adalah karya pertama Dee yang dalam pendistribusiannya menggunakan proses cetak dan online. Dee Lestari menggandeng penerbit booklifeco yang akan menerbitkan buku ini secara online dan penerbit Bentang Pustaka yang akan menerbitkan versi cetaknya.

 

4. Buku yang juga menyajikan ilustrasi

Dee Lestari juga menambakan sentuhan baru pada karya terbarunya dengan menghadirkan gambar ilustrasi pada novel “Aroma Karsa”. Untuk proses ilustrasi in, Dee menggandeng ilustrator bernama Hezky Kurniawan untuk mengerjakan ilustrasi yang ada pada novel terbarunya. Memiliki novel yang berilustrasi adalah cita-cita Dee sejak lama yang telah diwujudkan pada buku Aroma Karsa ini.

 

Source photors: Instagram @deelestari

 

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz