Mengenal Diet Keto yang (masih) menjadi trend di 2018

8 Februari 2018 14:44 WIB

 

photo source : rd.com

Diet Keto masih akan menjadi trend di tahun 2018. Diet ini terdiri dari konsumsi 75 persen lemak, 20 persen protein dan lima persen karbohidrat. Bisa dikatakan bahwa Ketogenic Diet adalah versi low-carb dari  diet rendah karbohidrat.  Diet dengan konsumsi karbohidrat yang sangat rendah sehingga sebagian besar variasi diet rata-rata hanya sekitar 5 persen kalori dari karbohidrat - sekitar 25 gram jika jumlah konsumsi makanan kita sekitar 2.000 kalori.

Tujuan dari diet ini adalah untuk menggunakan lemak sebagai energi (dan ketones, salah satu produk samping biokimia mereka), bukan glikogen (gula yang tersimpan, atau gula darah). Berasal dari kata ‘ketogenik’, diet ini berfokus untuk membuat tubuh memproduksi molekul-molekul kecil bernama “ketones’ yang memberi bahan bakar untuk energy pada tubuh. Bahan bakar alternatif ini bisa digunakan ketika kandungan glukosa dalam tubuh sedikit jumlahnya. Liver akan memproduksi Ketones ketika kita mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sangat sedikit (yang menyebabkannya segera terpecah menjadi gula darah/glukosa) dan protein yang cukup (protein yang berlebih bisa diubah menjadi gula darah). Liver mengubah lemak menjadi ketones yang digunakan sebagai bahan bakar/energi dan menyalurkannya ke seluruh tubuh termasuk ke otak.

Pada diet ketogenik, seluh tubuh kita akan mengubah suplai bahan bakarnya untuk digunakan seluruhnya untuk memproduksi lemak. Hal itu menyebabkan kadar insulin menjadi sangat rendah dan proses pembakaran lemak akan meningkat secara drastis. tentu saja proses ini akan menjadi sangat menyenangkan bagi kita yang ingin menurunkan berat badan, apalagi dalam prosesnya kita tidak perlu merasa kelaparan ataupun lemas karena suplai energi tetap terpenuhi.

Makanan berbahan dasar daging sapi, daging ayam, ikan, telur dan bahan mengandung susu dengan kadar lemak yang tinggi seperti butter, keju dan krim. Selain itu bahan makanan yang mengandung lemak sehat seperti kacang-kacangan dan alpukat serta sayur-sayuran dengan kandungan karbohidrat yang rendah seperti sayuran hijau, tomat, bawang Bombay, paprika dan lainnya. Sementara sayuran yang mengandung zat tepung (jagung, labu, wortel, ubi dan lainnya), biji-bijian, buah-buahan (kecuali alpukat, strawberry, blueberry, raspberry, dan lainnya yang boleh dikonsumsi), dan makanan yang terbuat dari susu seperti susu dan yogurt harus dihindari. Selain itu makanan yang mengandung gula dan pemanis lebih dari lima persen kalori, sebaiknya juga dihindari. Untuk minuman, anda masih bisa mengkonsumi kopi dan teh selain air putih, tentu saja tanpa pemanis. Sedikit milk cream juga masih oke.

photo source : ketodietapp

Menurut situs dietdoctor, diet keto ini aman dilakukan oleh semua orang, walaupun ada beberapa keadaan tertentu yang perlu diperhatikan. Misalnya apakah sang pelaku diet menderita diabetes, atau menderita penyakit tekanan darah tinggi atau sedang menyusui. Untuk para penderita diabetes yang menjalani pengobatan, anda akan mengalami penurunan jumlah/dosis insulin ketika anda mulai mengkonsumsi makanan dengan kadar karbohidrat yang rendah. Ketika anda masih menggunakan insulin dengan dosis yang sama seperti saat sebelum anda menjalani diet ini, anda beresiko mengalami hypoglycemia (penurunan kadar gula darah). Saat menjalani diet ini, ada baiknya anda sering melakukan pengecekan gula darah untuk beradaptasi, dan tentu saja sebaiknya dilakukan dibawah pengawasan dokter yang ahli.

Demikian juga bagi penderita tekanan darah tinggi, karena ada resiko tekanan darah menjadi rendah/menurun. Turunnya tekanan darah yang terjadi karena diet low-carb ini bisa terjadi dalam hitungan hari, tapi mungkin juga butuh waktu berbulan-bulan atau bahkan setahun untuk mencapai efek penuh. Jika Anda merasa lemah, lelah, pusing dan lain-lain, ada baiknya anda melakukan pemeriksaan terhadap tekanan darah Anda. Jika terlalu rendah, misalnya dibawah 120/80, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anda.

Sementara untuk anda yang sedang menyusui, sebaiknya tidak melakukan diet low-carb ini secara strict, menambah jumlah karbohidrat tidak akan menjadi masalah, dan diet anda masih akan tetap efektif. Tambahkan jumlah konsumsi karbohidrat sampai 50 gram, bisa dengan menambah tiga buah-buahan setiap harinya dalam menu diet anda. Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui manfaat diet keto ini, dan dari epnelitian-penelitian tersebut diketahui bahwa diet keto banyak memberi manfaat positif pada gula darah, level insulin, kadar kepekaan insulin dan lainnya.

 

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz