Kulit Bayi Sensitif? Ini Yang Harus diperhatikan

28 September 2018 15:11 WIB

 

Womanblitzer, taukan jika ternyata kulit bayi yang baru lahir sangat berbeda dari kulit norang dewasa sehingga rentan terserang iritasi? Kulit bayi baru lahir lebih rentan karena 30% kulit bayi lebih tipis dibandingkan dengan orang dewasa yang mengakibatkan fungsi kulit sebagai pelindung belum bekerja secara optimal. Kontak langsung antara kulit bayi dengan bahan-bahan kimia dapat membuat kulit bayi mudah kering dan terkena iritasi.

Menurut dokter Nanny Shoraya, Sp.KK, FINS-DV, lapisan kulit bayi yang tipis membuatnya cepat menguap hingga  mengakibatkan kehilangan air dan kandungan pelembab alami dalam tubuh pun belum bekerja secara sempurna. “Awalnya kulit kering, jadi ketika bahan iritan masuk itu jadi lebih gampang terkena iritasi. Jika kontak dengan bahan-bahan kimia secara terus-menerus dapat mengakibatkan radang kulit,” tambahnya.

Jadi, apa langkah terbaik jika bayi memiliki kulit sensitif?

 

(benegre.cat)

Jika bayi memiliki reaksi kulit sensitif, dokter Nanny menyarankan agar selalu menggunakan produk-produk bayi yang memiliki sedikit kandungan yang dapat mengakibatkan iritasi. Produk yang mengandung pewangi dan pewarna biasanya menjadi pemicu kulit iritasi. semakin wangi dan berwarna, semakin besar kulit bayi dapat terserang iritasi. 

Lalu, usahakan durasi mandi bayi tidak boleh terlalu lama karena semakin banyak kontak dengan air proses penguapan air akan semakin besar. Gunakan waktu mandi bayi sekitar 5 hingga 10 menit saja. Dan jangan lupa untuk membilas dengan bersih. Jangan sampai menyisakan sisa-sisa sabun menempel pada tubuh bayi.

Menggunakan pelembab secara rutin dua kali sehari juga akan menjaga kelembapan kulit bayi sehingga tidak mudah iritasi. Pastikan untuk memilih pelembap yang hipoalergenik dan tidak mengandung bahan yang dapat menyebabkan iritasi.

 

 

(Cover source: Digital Trends)

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz