Kenali 7 tanda depresi pada pasangan, agar bisa membantunya

3 April 2017 16:46 WIB

Banyak orang mengalami depresi namun tidak mau mengakuinya, atau bahkan dia sendiri tidak tahu kalau sedang mengalami depresi. Banyak pula yang menyalahartikan depresi sebagai emosi sesaat dan akan segera hilang dalam waktu singkat. Padahal, depresi jauh lebih serius dibandingkan perasaan galau atau sedih semata. Bila tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal dan membahayakan nyawa penderitanya.

Seperti dilansir dari The Light Media, WHO menyatakan bahwa depresi menimpa lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia.

Ken Robbins, Psikiater di Universitas Wisconsin ini mengungkapkan, "Kesedihan adalah emosi, sedangkan depresi adalah sebuah penyakit." Melihat betapa seriusnya depresi bisa memengaruhi kehidupan seseorang, kita tidak bisa acuh dan merasa bahwa hal itu tidak mungkin terjadi pada orang di sekitar kita, termasuk pasangan kita. Oleh sebab itu, kenali 7 tanda depresi berikut ini agar bisa membantu pasangan Anda sembuh dari depresinya.

1. Mengisolasi diri

Saat seseorang mengalami depresi, biasanya dia akan merasa enggan untuk berada di depan orang lain. Sebagian karena dia tidak tertarik, sebagian lagi karena ia takut bahwa kondisinya yang mengalami depresi diketahui orang lain.

Penderita depresi juga memiliki ketakutan bahwa dirinya akan menerima penolakan dari yang lain, yang membuatnya semakin enggan untuk bersosialisasi. Ia juga cenderung tidak memiliki teman, atau bahkan di cap ‘anti sosial’. Orang semacam ini biasanya cenderung pesimis dan rendah diri.

2. Kurangnya rasa tertarik pada hal-hal yang disukai

Hal ini bisa menjadi perhatian besar, karena penderita depresi akan kehilangan rasa tertarik pada hal-hal yang dulunya ia senangi.

Bahkan penderita juga bisa kehilangan rasa tertarik pada orang-orang yang ia sayangi, seperti suami/istri atau anak-anak. Dan hal ini bisa memicu masalah yang lebih besar.

Orang yang mengalami depresi, juga akan merasa bahwa aktifitas yang sebenarnya mudah menjadi sulit hingga membuatnya enggan untuk melakukannya.

Bila sudah parah, sekedar mandi atau bangun dari tempat tidur pun ia tak bisa.

3. Perubahan mood

Ketidakseimbangan hormon di dalam otak membuat perubahan mendadak pada mood penderita depresi. Dia bisa tertawa kemudian menangis hanya dalam waktu jeda beberapa menit.

Dia menjadi super sensitif, bahkan candaan atau olok-olokan sesama teman yang biasanya diabaikan, bisa membuatnya tersinggung dan marah besar.

Bila pasangan Anda menunjukkan gejala ini, pahamilah bahwa ia mengalami depresi. Jangan terlalu cepat menghakiminya, bisa jadi dia sendiri sedang berjuang mengatasi depresinya seorang diri.

4. Nafsu makan berubah

Orang yang depresi bisa mengalami perubahan nafsu makan yang drastis. Dia bisa menjadi orang yang memiliki nafsu makan sangat tinggi, karena ia mencari kenyamanan di dalam makanan.

Atau malah sebaliknya, dia tidak memiliki nafsu makan sama sekali, karena terlalu sibuk dengan pikirannya yang melayang kemana-mana.

Bagaimanapun, perubahan drastis pada pola makan sepatutnya diwaspadai sebagai tanda depresi.

5. Merasa lelah

Perasaan lesu dan tidak bergairah menghadapi sesuatu akan normal terjadi pada orang yang telah melewati banyak hal sebelumnya. Bagi penderita depresi, ia memiliki perdebatan yang tak kunjung selesai di dalam pikirannya hingga ia selalu merasa lelah setiap saat.

Perang batin yang tak berkesudahan bisa membuat mental seseorang menjadi lelah, yang kemudian memengaruhi kemampuan fisiknya untuk bekerja. Karena itu waspadai jika pasangan Anda terus menerus merasa lelah padahal dia tidak melakukan pekerjaan berat.

6. Susah tidur

Meski penderita depresi selalu merasa lesu setiap saat, bukan berarti dia akan mudah tidur. Justru sebaliknya, penderita depresi akan mengalami masalah tidur yang cukup parah.

Dia bisa tidur sepanjang hari tanpa bangun sama sekali, atau hanya bisa tidur selama beberapa jam setiap harinya. Perubahan pola tidur yang drastis bisa menjadi tanda yang jelas bahwa pasangan Anda mengalami depresi.

7. Penyalahgunaan obat atau alkohol

Menangani masalah yang ada dalam hidup akan menjadi semakin berat bagi orang yang mengalami depresi. Hingga seringkali hal yang menakutkan terjadi, seperti melarikan diri pada obat-obatan atau alkohol untuk melupakan masalahnya, atau mematikan rasa sakit yang menderanya.

Akan tetapi, tentu saja obat-obatan dan alkohol hanya bersifat sementara. Pada akhirnya penderita depresi akan kecanduan pada alkohol dan obat-obatan tersebut, dan inilah yang harus dihindari.

Bila pasangan Anda menunjukkan tanda-tanda di atas, sebaiknya ajak dia ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan pertolongan. Bila ia menolak, bujuk ia dengan lembut, karena paksaan justru akan membuatnya semakin parah. Sedangkan untuk menghindari hal-hal diatas, usahakanlah membentuk budaya yang terbuka di dalam rumah. Agar secepat mungkin anda mengetahui permasalahan yang dihadapi pasangan. Meskipun mungkin anda tidak bisa membantu banyak, setidaknya dengan mendengarkan keluh kesah pasangan bisa memberikannya support moral agar tidak sampai membuatnya depresi.



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz