kapan sih saat yang tepat untuk mengajar anak tidur sendiri?

16 Agustus 2017 17:02 WIB

Melatih anak untuk tidur sendiri di kamarnya kadang menjadi salah satu hal yang berat untuk dilakukan, terutama oleh para ibu ya yang tidak tega ketika anaknya yang terbiasa tidur di sebelahnya tiba-tiba harus pindah ke ruangan yang berbeda...namun demi kemandirian anak, hal itu perlu untuk dilakukan ya...

Menurut psikolog perkembangan Isabela Granic, Ph.D., penulis Bed Timing: Panduan 'When-To' untuk Membantu Anak Anda Tidur "Ada saat-saat yang baik untuk melatih tidur dan ada saat lainnya ketikda sleep training ini kecil kemungkinannya untuk berhasil, hal ini terjadi karena bayi dan balita mengalami pertumbuhan mental yang ada kalanya membuat mereka bisa menjadi sangat kikuk, rewel, dan susah tidur nyenyak. Ada kala lainnya juga mereka mempelajari keterampilan kognitif baru dan sering juga tidak tidur." Demikian menurut Isabela Granic kepada parents.com.

Tahapan usia yang tepat untuk sleep training anak-anak adalah saat mereka berusia 12 sampai 16 bulan karena saat itu balita sedang fokus pada pengembangan keterampilan berbicara dan fisik, dia menjadi kurang “menempel” pada Ibu dan Ayahnya sehingga ini adalah saat yang tepat untuk melatih tidur sendiri. Namun jangan ketika sang anak berusia 17 sampai 21 bulan karena saat itu kemandiriannya membuat dia lebih needy terhadap orang tuanya sehingga ada baiknya untuk menunda latihan tidur mandiri saat ini.

Dan tentu saja it takes time, jadi sabar ya moms....nah ada tips nih yang bisa dilakukan untuk mengajar anak tidur sendiri menurut majalah Mother and Baby, yaitu :

1. biarkan anak tertidur sendiri di kamarnya walaupun dia akan sering terbangun, kalau si anak menangis tunggu sampai 5 menit dan hampiri untuk memastikan dia baik-baik saja. Tenangkan dan tinggalkan kembali. Usahakan untuk seminimal mungkin  melakukan kontak dan jangan menggendongnya. Oh iya moms, jangan pernah membairkan anak anda terus menangis ya moms, karena ketika bayi menangis dia akan mengeluarkan hormon kortisol yang bisa merusak atau bahkan menghancurkan jaringan neuron dalam otak, sehingga otak bayi tidak dapat berkembang optimal. Menurut Darcia Narvaez, Associate Professor of Psychology dan Director of the Collaborative for Ethical Education University of Notre Dame, tangisan yang tidak diacuhkan bisa menyebabkan anak stres yang bisa berpengaruh pada masalah kepercayaan, gangguan kecemasan dan berkurangnya fungsi otak

2. setelah membaringkan anak ke tempat tidur, kita bisa tetap berada di kamarnya, namun jangan melakukan kontak mata. Ulangi rutinitas ini secara bertahap dengan semakin menjauhkan posisi dari anak kita.

There you go....good luck moms...



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz