Inilah kata perempuan surabaya tentang tragedi bom kota pahlawan (1)

14 Mei 2018 19:18 WIB

Kejadian terorisme yang menimpa Kota Pahlawan dari kemarin menanamkan luka yang mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Mulai dari pelaku yang dengan sengaja membawa anak-anak dalam aksinya, sampai korban yang merupakan anak-anak. Berikut pendapat para perempuan Surabaya akan tragedi bom ini.

 

Elizabeth Njoo May Fen – Fashion Designer

“Setiap mendengar berita tentang kejadian ini, hati saya serasa dicabik-cabik,” ungkap May Fen kepada tim Womanblitz.com. Bagi Afen sapaan dari Elizabeth Njo May Fen, seorang ibu adalah fondasi pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang dunia maupun moral. Afen sangat menyayangkan dengan kejadian bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak dan korban yang juga ada anak-anak. Ia berharap agar pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang tentang terorisme untuk melindungi seluruh warga negara Indonesia. “Berharap unggahan saya di media sosial dapat menjadi obat, penyemangat dan pegangan bagi seluruh keluarga yang menjadi korban dan seluruh warga Surabaya.” Dalam instagram pribadinya Elizabeth Njo May Fen mengunggah foto mawar putih dari kertas tisu untuk seluruh warga Surabaya.

 

Ribka Budiman – Fashion Stylist

Kejadian yang terjadi di Surabaya ini adalah suatu bentuk yang mengguncang solidaritas dan persatuan bangsa. “Saya sempat merasa tidak aman. Namun, itulah tujuan dari terorisme sehingga saya tidak takut karena saya memiliki Tuhan,” ungkap Ribka kepada Womanblitz.com. Ribka tidak habis pikir dengan para pelaku yang membawa anak dalam aksi bom bunuh diri. Ia menyayangkan hal itu ketika sang anak masih punya kehidupan dan masa depan yang panjang. Ribka berpesan pada semuanya agar jangan takut akan terorisme dan gagalkan aksi terorisme. Sebagai orang Indonesia sudah seharusnya saling menjaga dan melindungi keamanan negara tercinta ini.

 

Jenny Lee – Ceramic Artist

Menjadi seorang perempuan dan juga ibu, Jenny Lee sangat prihatin dengan anak-anak para pelaku teror bom yang membuat mereka seolah juga menjadi pelaku sekaligus korban. Seorang orang tua yang telah menanamkan kebencian pada anak hingga membawa mereka sampai akhir hayat adalah suatu hal yang sungguh tragis. Sebagai Ibu dan juga perempuan, Jenny membentengi diri dengan selalu siaga dan berdoa. Selalu percaya akan nasib ada di tangan Tuhan namun tetap mendahulukan keselamatan dengan tetap berdiam diri di rumah untuk beberapa hari. Kepada anak-anaknya, Jenny berusaha untuk memberikan penjelasan baik agar mereka tidak takut dengan seluruh pemberitaan yang ada. “Saya berduka untuk seluruh korban bom bunuh diri ini. kita harus tenang dan harus segera melepaskan diri dari ketakutan dengan berdoa,” penjelasan Jenny Lee seorang Artis Keramik kepada tim Womanblitz.com.

 

Ida Agrina Susilo – Business Partner Batik Chic di Surabaya

Bagi Ida peristiwa bom bunuh diri ini sangat tidak bisa diterima apalagi ketika ada anak-anak yang menjadi korban. “Membawa agama Islam sebagai tameng untuk perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama adalah tindakan pengecut apalagi melibatkan anak-anaknya juga untuk ikut meledakkan bom,” pernyataan Ida Agrina Susilo seorang pengusaha perempuan di Surabaya kepada tim Womanblitz.com. Ida sangat prihatin dengan nasib anak-anak teroris yang harus meningal mengikuti orang tua mereka tanpa tahu apapun. Sebagai seorang ibu, Ida selalu memberikan edukasi kepada anak-anaknya bahwa kejadian ini memang sebuah takdir yang sudah diatur. Sebagai seorang beragama, Ida mengajarkan anak-anaknya untuk jangan takut kepada manusia (teroris) namun hanya takut kepada Allah. Selain itu, sebagai warga negara yang baik, menurut Ida jika melihat sesuatu yang tidak lazim agar segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang.

 

Ika Damajanti – Professional Make-up Artist

Menurut Ika, terorisme apa pun bentuknya tidak bisa dibenarkan. Hal konkrit yang bisa Ika lakukan adalah dengan mendampingi anak dan memberikan pelajaran tentang segala sesuatu termasuk tentang moral dan hidup kebhinekaan. “Saya rasa semua pendidikan dasar yang kuat harus berasal dari keluarga,tidak perlu muluk-muluk dengan #hastag yang sulit diwujudkan konkritnya gimana” tutur Ika Damajanti pada tim Womanblitz.com. Menghadapi teror bom yang sedang terjadi membuat Ika semakin meluangkan waktu untuk orang-orang yang terkasih.

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz