Gerakan tagar MeToo menginspirasi tema Person Of The Year majalah TIME 2017

7 Desember 2017 10:39 WIB

Majalah Time mengumumkan Person of the Year 2017 hari Rabu, 6 Desember kemarin. Bertema The Silence Breakers, majalah ini merayakan keberanian ribuan perempuan yang berani menyuarakan pendapatnya, berani bersaksi dan membagi kisahya dalam gerakan anti pelecehan seksual dan abuse.

Tarana Burke, aktivis perempuan yang mencetuskan gerakan #MeToo di social media menjadi salah satu Person of The Year dari Majalah Time. Tarana adalah aktivis perempuan yang sudah sepuluh tahun ini bekerja dengan apra perempuan yang menjadi survivor dari pelecehan seksual dan abuse. Baginya fenomena ini menjadi sebuah awal untuk para perempuan berani berbicara dan melawan “Ini hanyalah sebuah awal. Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa (fenomena) ini bukan hanya sebuah momen tapi adalah sebuah movement. Now the work really begin”, demikian ujarnya dalam inside story majalah Time edisi ini.

Selain itu, majalah Time juga menampilkan inside story tentang artis Ashley Jude yang berani bersaksi tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh produser ternama Hollywood Harvey Weinstein yang membuat banyak artis ternama lainnya bersuara. Demikian juga dengan kisah keberanian Taylor Swift yang berani bersaksi di pengadilan dalam kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang DJ Radio saat dirinya sedang melakukan promo album.

Dalam covernya, majalah Time juga menampilkan Susan Fowler, mantan pegawai Uber yang bercerita dalam blognya tentang sexism di tempatnya pernah bekerja itu yang akhirnya membuat sang CEO Travis Kalanick lengser dari jabatannya. Kemudian ada “Isabel Paqual”, perempuan imigran asal Mexico, pekerja di bidang agrikultur yang berani berbicara setelah dilecehkan oleh atasannya, dan Adama Iwu, corporate lobbyist yang menginspirasi banyak perempuan lainnya karena keberaniannya membuka kisah pelecehan seksual di state capitol Kalifornia.

Bagi majalah Time, edisi The Silence Breaker ini juga menjadi bentuk pengakuan kepada mereka, lelaki dan perempuan, yang dengan berani dalam tindakan dan kesaksian mereka untuk melawan budaya abuse dan harassing ini sampai akhirnya mata dunia benar-benar terbuka dan berani untuk melawannya. Demikian menurut editor-in-chief majalah Time, Edward Felshental dalam wawancaranya di majalah NBC pada hari Rabu, 6 Desemebr 2017 kemarin, seperti yang dilansir oleh mic.com.

Selain dalam inside story versi cetak, majalah Time juga menampilkan feature para perempuan ini dalam Instagram mereka @TIME.

 

 

 

 

cover photo source : INSTAGRAM/@taylorswift



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz