FAKTA-FAKTA MENARIK tentang HUBERT de GIVENCHY YANG PATUT UNTUK TERUS DIKENANG.

13 Maret 2018 15:33 WIB

"The dress must follow the body of a woman. Not the body following the shape of the dress.”

Pendiri rumah mode Givenchy, Hubert De Givenchy meninggal dunia di usianya yang ke 91 tahun pada 10 Maret 2018 dan kematiannya diumumkan kepada public pada 12 maret kemarin. Fashion desainer asal Perancis yang ikonik ini dikenal sebagai salah satu desainer dari masa era keemasan haute couture. Rancangannya banyak dipakai oleh Audrey Hepburn, Jackie Kennedy, Grace Kelly dan artis Ingrid Bergman. Namanya masuk dalam International Best-Dressed hall of Fame pada tahun 1970, sebuah penghargaan bagi mereka yang sense of style-nya dianggap sartorial dan tak lekang oleh waktu. Selain itu, apda tahun 1983 Hubert de Givenchy juga menerima penghargaan the Chevalier de la Légion d’Honneur dan lifetime achievement award dari The Council of fashion Designer di Amerika Serikat pada 1995. Dan inilah beberapa hal lainnya tentang Monsieur Givenchy yang menarik dan memorable


Hubert de Givenchy mengawali kariernya dalam usia sangat muda.

Monsieur Givenchy pindah ke Paris pada tahun 1944 setelah menyelesaikan sekolahnya di École National Supérieure des Beaux-Arts. Dan mulai kariernya dengan menjadi desainer untuk Robert Piquet dan Lucien Lelong bersama Christian Dior dan Pierre Balmain pada 1946. Kemudian pada tahun 1947, Monsieur Givenchy bekerja sebagai co desainer untuk perancang yang dikenal dengan karya-karya avant garde-nya saat itu, Elsa Schiaparelli. Akhirnya pada tahun 1952, saat usianya 24 tahun, Monsier Givenchy mendirikan rumah modenya sendiri.

 

Artis Audrey Hepburn adalah salah satu fashion-musenya.

Hubert de Givenchy mendirikan rumah mode Givenchy pada tahun 1952 dan salah satu muse-nya adalah artis Audrey Hepburn. Berkenalan saat Audrey mencari desainer untuk kostum-kostum yang akan dikenakannya dalam film Sabrina (1954). Saat itu Hubert belum mengenal sosok Audrey, nama Hepburn yang dikenalnya adalah Katharine Hepburn. Bahkan dikiranya saat itu yang membuat janji bertemu dengannya adalah artis Katharine Hepburn. Namun setelah Givenchy dan Audrey makan malam bersama, Givenchy mengatakan kepada Audrey, bahwa dia akan melakukan apapun untuk Audrey.

Givenchy kemudian menjadi desainer untuk Audrey Hepburn, baik untuk kostum dalam film-film yang diperankan oleh Audrey sampai acara pesta off airnya. Berbagai koleksi kostum dengan karakter feminine romantic dirancang Givenchy untuk film-film Audrey selanjutnya, Funny Face (1957), Love in The Afternoon (1957), Breakfast at Tiffany’s (1961), Paris When It Sizzles (1964) dan lainnya. Bahkan little black dress rancangannya untuk karakter Holly Golightly di film Breakfast at Tiffany’s menjadikannya salah satu ikon pencipta little black dress. “Little Black Dress adalah rancangan yang paling sulit untuk dibuat, karena kamu harus membuatnya tetap simple.”, demikian menurut Givency tentang rancangan little black dress-nya. Busana ikonik itu sendiri sudah terjual dalam sebuah acara lelang amal di Balai Christie London pada tahun 2006 seharga $923,1857. Givenchy bahkan membuat parfum khusus yang terinspirasi oleh Audrey, L’Interdit.

 

Hubert de Givenchy dan creative relationnya dengan Cristobal Balenciaga 

Pendiri rumah mode Balenciaga, Cristobal Balenciaga adalah idola dan mentor bagi Hubert. Dalam sebuah wawancara dengan Women’s Wear Daily (WWD) pada tahun 2007, Givenchy mengatakan, “Balenciaga (dulu) adalah agamaku. Namun sejak saya menjadi orang yang percaya (Givenchy penganut Kristen protestan yang taat), untuk saya selalu ada Balenciaga dan ada Tuhan yang baik.” Kedekatan mereka berlangsung lebih dari satu decade, dan hal itu berpengaruh pada gaya rancangan Hubert yang awalnya simple dan girlish menjadi romantic dan lebih kaya detail terutama pada border.  Bahkan Hubert memindahkan rumah mode-nya di seberang studio dari Monsieur Balenciaga dan hubungan kreatif mereka menciptakan rancangan model-model baru seperti sack dress dan sebagainya.

 

Kecewa pada pemilihan creative director rumah mode Givenchy selanjutnya

 Monsieur Givenchy menjual rumah modenya kepada raksasa fashion LVMH pada 1988 dan terus bekerja di sana sampai pensiun pada 1995 setelah mempresentasikan holeksi haute couture terakhirnya. Kemudian perusahaan itu memilih John Galliano sebagai penerusnya, yang segera diganti oleh Alexander McQueen pada tahun berikutnya.  Kemudian pada 2005, Riccardo Tisci diangkat menjadi creative director yang baru. Gaya rancangan Tisci serta pemilihan musenya ternyata membuat sang pendiri rumah mode Givenchy kecewa. Tisci dengan gaya aggressive aesteticnya memilih pasangan Kim Kardashian dan Kanye West sebagai salah satu musenya, yang pastinya berbeda konsep dengan awal rumah mode itu didirikan dan konsep elegan yang sudah dibentuk sejak jaman Givenchy dan Audrey Hepburn. Hal itu pernah diungkapkannya dalam wawancara dengan WWD pada tahun 2007 seperti yang dilansir oleh The New York Times, ‘Saya menderita. Apa yang sedang terjadi saat ini tidak membuat saya abhagia. Lagipula, seseorang akan bangga dengan namanya.”. sampai pada akhirnya creatve director terbarunya, Clare Waight Keller mengembalikan style Givenchy seperti awal mula. Bahkan Claire Waight Keller adalah satu-satunya creative director yang ditemui Monsieur Givenchy setelah dirinya pensiun dari rumah mode itu.

 

 



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz