Cantiknya Dua tema kreasi lurik dari Lulu Lutfi Labibi di JFW S/S 2018

29 Oktober 2017 00:41 WIB

Perancang busana lurik dari Jogjakarta, Lulu Lutfi Labibi menampilkan dua tema rancangan dalam Jakarta Fashion Week 2018. Namun, dalam kedua tema itu ada satu kesamaannya, yaitu bagaimana Lulu bisa membuat kain lurik tampak edgy dan modern untuk dikenakan, dengan membentuk kain-kain luriknya menjadi oversized dresses, busana potongan simetris, aksen fringe dan alur motif yang saling silang yang menjadikan karya Lulu Lutfi labibi terkesan unik.

Dalam tema pertama yang ditampilkannya pada 24 Oktober lalu, berjudul “Duka Luruh”, sebuah perayaan ketika duka sudah selesai. Lulu Memamerkan 15 koleksi karya terbarunya yang di dominasi oleh warna merah dan hitam.  Duka Luruh adalah sebuah filosofi yang memberi inspirasi bagi Lulu Lutfi. Baginya itu adalah sebuah siklus kehidupan yang dialami oleh setiap manusia, yang pada akhirnya menjadi bahan bakar untuk berkarya.

photo source : Instagram/@senayancity

Selain itu, Lulu juga memamerkan tema karya lainnya yang diberi judul ‘Persimpangan’. Kali ini untuk segmen LANGKAH Weaving The Flavours of Transformation yang merupakan kolaborasi antara Senayan City dan The Hotel Indigo Bali. Bersama kreasi rancangan dua desainer lainnya, yaitu Paulina Katarina dan Hakim Satriyo. Lulu memamerkan karyanya yang berjudul “Persimpangan”, dengan pengaruh nuansa Bali dalam pemilihan variasi warna pada garis luriknya seperti kuning, ungu dan putih walaupun warna gelap masih tetap menjadi dominasi warna pilihan Lulu untuk bahan luriknya kali ini.

photo source : Instagram/@senayancity

 

cover photo source : Instagram/@lululutfilabibi



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz