beri hadiah saat ajarkan anak puasa? ini kata psikolog

7 Juni 2017 14:48 WIB

Anak-anak memang belum diwajibkan untuk menjalankan puasa selama sebuan penuh, namun tidak ada salahnya bagi anda para orang tua untuk mulai mengajarkan puasa pada buah hati.

Nah biasanya trik yang dipakai orang tua untuk mengajarkan anak berpuasa adalah dengan memberikan iming-iming hadiah. Lalu apa kata psikolog atas tindakan tersebut?

Psikolog klinis dan keluarga sekaligus dosen Univ. Muhammadiyah Sidoarjo, Widyastuti, M.Psi., Psokolog  mengungkapkan jika pemberian hadiah pada anak sah-sah saja. Hal itu merupakan wujud peguatan bagi anak untuk melakukan sesuatu yang diinginkan orang tunya, tak hanya urusan berpuasa saja. Namun perlu diingat bahwa melakukan sesuatu karena permintaan orang lain tidak akan bertahan lama.

Sebaiknya ajak anak untuk berpuasa sekaligus mengenalkan maknanya. Sehingga anak memiliki skema yang tepat mengenai apa, mengapa dan bagaimana puasa itu sendiri.

Sedangkan waktu yang tepat mengajarkan anak berpusa ketika ia sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Berikan dahulu gambaran mengenai Muslim, Ramadhan, Puasa, dan hal-hal yang dilakukan saat berpuasa. Beri contoh jika anda sebagai orang tua dan orang-orang dewasa yang Muslim wajib melakukan puasa.

Lalu saat memasuki usia sekolah atau TK ajarkan anak untuk menjalankan puasa. Mengapa dimulai saat TK?

Hal ini bertujuan agar  anak mendapat penguatan dari lingkungan yang membenarkan skema yang telah kita ajarkan. Misal anak akan bertanya pada gurunya mengenai puasa, lalu guru menjawab hal yang sama seperti anda ajarkan. Atau ketika ia menemui temannya yang juga belajar berpuasa.



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz