Bagaimana Mengajarkan Konsep Uang Kepada Anak?

4 Juli 2018 11:09 WIB

8 dari 10 orang tua percaya bahwa mengajarkan anak-anak mengenai konsep uang adalah tanggung jawab mereka, namun 1 dari 6 mengatakan mereka tidak percaya diri untuk melakukannya. Tak hanya itu, riset yang dilakukan oleh University of Cambridge yang menunjukkan bahwa anak mulai tertarik dengan konsep uang sedini umur tujuh tahun. Memberikan saran dan start awal untuk mengajari mereka tentang uang sejak usia dini sangat diperlukan. Banyak pakar ekonomi yang mendorong para orang tua untuk mengajarkan anak mereka tentang uang.

Namun bagaimana para orang tua harus mengenalkan konsep uang pada anak dan dimulai sejak kapan? Berikut pendapat dan saran beberapa pakar ekonomi dunia tentang bagaimana mengajarkan kepada anak tentang konsep uang, budgeting hingga pentingnya untuk menunda keinginan.

 

Balita

Charles Calkin seorang financial planner dari James Hambro & Co yang sekaligus ayah dari lima orang anak  mengatakan bahwa ada beberapa cara untuk mengajarkan kebiasaan mengelola uang yang baik bahkan sebelum anak cukup umur untuk memahami uang. Memahami konsep untuk menunda keinginan adalah hal vital untuk bisa mengelola uang yang baik di masa depan. “Ketika anakku masih kecil, mereka terbiasa untuk mendapatkan permen setiap hari minggu. Ini membuat mereka memahami konsep kuota dan tidak dapat memiliki semuanya dalam sekali waktu,” jelas Charles.

Charles  juga mendorong anak-anak menggunakan uang untuk membantu mereka memahami nilainya. “Walaupun mereka masih balita kami membuat anak kami membayar untuk barang yang ia beli. Interaksi ini membantu mereka memahami konsep nila uang hingga proses pertukaran uang yang sederhana,” tambahnya.

 

Anak di Bawah 7 Tahun

Co-founder dari Seven Investment Management (7IM) Justin Urquhart Stewart menyarankan bahwa menggunakan uang sejak kecil dapat meningkatkan performa akademik anak. Iang mengungkapkan bahwa mengajarkan anak untuk menghitung uang tak hanya meningkatkan kemampuan matematika namun juga mengajarkan mereka tentang konsep uang, budgeting dan juga nilai uang, “Faktanya, uang saku tak berarti sampai sang anak dapat menghitung nilai dari uang tersebut,” tambah Justin.

Jamie Smith-Thompson  managing director Portafina mengatakan bahwa permainan dapat mengajarkan kepada anak tentang uang dan cara penggunaannya. Ia menjelaskan bahwa bermain jual beli seperti membuka toko bersama anak usia di bawah tujuh tahun tak hanya menyenangkan namun juga mudah untuk mengenalkan konsep nilai mata uang kepada anak.

 

Anak 7-11 Tahun

Anak –anak mungkin tampak lebih rasional dan memiliki pemahaman penggunaan uang namun banyak orang yang setuju bahwa mereka memerlukan pelajaran langsung untuk mengenalkan cara mengelola uang kepada anak. Joe Green consumer affairs spokenperson dari Experian berpendapat bahwa anak di usia 7-9 tahun harus sudah mulai menggunakan uang dan mengelola keuangan sesuai dengan kebutuhan mereka. Salah satunya adalah dengan menabung. Dengan mengenalkan konsep mendapatkan uang saku sekaligus mendorong anak untuk menabung sebagianya adalah hal baik agar mereka memahami konsep pengelolaan uang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Anak umur 11 tahun seharusnya sudah lebih mengerti hitungan sederhana tentang keuangan, perencanaan dan pengelolaan uang saku mereka. Satu hal yang dapat membantu anak untuk belajar adalah dengan  memperbolehkan mereka mengatur keuangan untuk liburan sekolah mereka.

 

Anak Usia 12-16

Rose St Louis dari Zurich UK mengatakan bahwa anak di usia ini sudah memiliki kemampuan pengelolaan uang bulanan yang baik. Orang tua dapat terus mendorong anak untuk selalu mengatur keuangan pribadi mereka termasuk mengikutsertakan anak pada family budgeting. Rose menjelaskan bahwa mengajarkan anak tentang budgeting akan  membantu mereka ketika sudah lebih dewasa. Membantu mereka untuk menyisihkan sebagia uang tiap bulannya yang tak hanya membantu mereka belajar tentang pengelolaan uang namun juga mengajarkan mereka tentang nilai barang yang mereka beli.

 

Anak Usia 16+

pada usia ini anak-anak sudah masuk pada tahap remaja dan inilah saatnya pembelajaran tentang konsep uang menjadi lebih practical. Craig Fiddes, spokesperson untuk Ikano Bank mengatakan bahwa teori saja tidak cukup. Kebanyakan remaja sudah memahami ilmu akan matematika uang yang mereka butuhkan. Dalam teori, sebagai contoh mereka dapat menghitung persentase dan juga budgeting, namun akan berbeda jika dilakukan di dunia nyata.

Menurut Craig, orang tua dapat menjelaskan uang dan tujuan penggunaan uang sebelumnya dimulai dengan memberikan  uang saku untuk keperluan tugas-tugas sekolah hingga uang untuk mereka berbelanja atau sedekar berkumpul bersama teman.

Pesan untuk setiap orang tua sangat jelas bahwa mengajarkan konsep uang kepada anak sejak usia dini sangat penting bagi kesejahteraan masa depan anak-anak mereka. Harus dimulai sejak anak masih muda dan tetap fokus hingga anak tumbuh dewasa.

 

 

(Cover source: shutterstock)



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz