8 perempuan Indonesia berprestasi yang menginspirasi (bagian 2)

11 Oktober 2017 14:55 WIB

“I call upon women to raise each other up, to make each other’s welfare a priority, and to never shame a woman for the choices she makes.” Frieda Pinto, Artis & Aktivis Hak Asasi Perempuan

 

Womanblitz, tahukah anda bahwa tanggal 11 Oktober 2017 diperingati sebagai International Day of The Girl Child. Hari ini ditetapkan oleh PBB sejak 19 Desember 2011 sebagai hari di mana dunia diharapkan untuk lebih aware pada tantangan-tantangan yang dihadapi anak perempuan dan untuk mempromosikan pemberdayaan anak perempuan dan pemenuhan hak asasi mereka. Gadis remaja memiliki hak untuk hidup yang aman, berpendidikan, dan sehat, tidak hanya selama tahun-tahun formatif kritis ini, tetapi juga saat mereka dewasa menjadi wanita.

“Para anak perempuan adalah kekuatan yang paling powerful untuk mengubah dunia. Ketika hak asasi mereka terkenali, ketika kebutuhan mereka terpenuhi, dan suara mereka terdengar, mereka akan membuat perubahan positif di keluarga mereka, komunitas mereka dan di dunia.” Demikian menurut Kathy Calvin United Nation Foundation President & CEO.

Dan inilah 8 perempuan Indonesia yang berprestasi dan memberi kontribusi kepada masyarakat, tidak hanya Indonesia saja tetapi juga dunia. (bagian 2)

 

Nadine Chandrawinata, sang pendekar laut.

 

photo source : Kapanlagi.com

Mantan Putri Indonesia tahun 2005 ini dikenal mempunyai jiwa petualangan yang tinggi. Namun tahukah anda bahwa Nadine juga membentuk sebuah komunitas yang peduli terhadap lingkungan terutama laut bernama Sea Soldier?

Sea soldier didirikan pada 25 maret 2015 oleh Nadine. Komunitas ini melaksanakan aksi nyata dalam menyebar virus ramah lingkungan dengan memanfaatkan jejaring media sosial. Menurut Nadine, Sea Soldiers bukan hanya tentang laut saja...

"Sea Soldier bukan hanya tentang laut, tetapi bagaimana caranya supaya sampah di darat tidak sampai berakhir di laut. Kita harus menyelesaikan masalah dari hulu-nya.”

 

Griselda Sastrawinata, animator di Studio Disney

photo source :animationexpress.com

Pernah menonton film Moana? Tahukah anda ada perempuan Indonesia yang juga turut berkarya di sana? Namanya Griselda Sastrawinata. Bekerja di Studio Disney merupakan impiannya sejak kecil. Banyak jalan yang harus ditempuhnya untuk akhirnya bisa sampai di tempat impiannya itu. Salah satunya adalah bekerja di studio Dreamworks, di mana Griselda banyak terlibat dalam proyek film animasi besar, seperti Shrek Forever After, Puss In Boots, How To Train Your Dragon 2, Kungfu Panda 2, dan The Croods. Selain menjadi tempat kerja impian, ada satu hal lagi yang membuat perempuan kelahiran 1982 ini happy bekerja di Studio Disney, yaitu dirinya bisa masuk secara gratis di Disneyland dan bisa membeli semua merchandise Disney dengan diskon karyawan.

 

Rini Sugianto, animator yang turut mengerjakan film-film Box Office Amerika

photo source : Majalah Feature Indonesia

Ladies, pasti sudah pernah menonton film-film dengan animasi yang keren seperti “Hobbit 2: The Desolation of Smaug”. “The Adventures of  Tintin”, “The Avengers”, “Iron Man 3”, “Hunger Games: Catching Fire”, “Hobbit 1”, dan “The Dawn of the Planet of the Apes” kan? Tahukah anda kalau ternyata ada perempuan Indonesia yang turut serta mengerjakan animasi itu, Rini Sugianto namanya.

Perempuan kelahiran 3 Januari 1980 ini mengawali kecintaannya dengan dunia animasi dari belajar 3D visualisasi di bidang arsitektur. Lalu mulai mempelajari 3D lebih luas dan dalam di bidang spesialisasi lainnya dengan belajar animasi di Academy of Art University di San Fransisco.

 

Maria Tri Sulistyani alias Ria Papermoon dengan karya boneka-nya yang mendunia

photo source : papermoon puppet theater

Yang pernah nonton AADC 2, pasti ingat adegan Rangga dan Cinta menonton pertunjukan boneka saat mereka di Jogjakarta? Nah, rumah boneka itu benar-benar ada, “Papermoon Puppet Theatre”. Papermoon Puppet Show adalah sebuah pertunjukan boneka yang bisa disaksikan oleh penonton dewasa. Didirikan oleh  Ria Papermoon, seorang perempuan kreatif yang menciptakan teater boneka ini dan sudah dikenal dunia. Perempuan yang memiliki nama asli Maria Tri Sulistyani ini mendirikan Papermoon Puppet Theatre sejak tahun 2006. Mengangkat cerita-cerita ringan dengan pertunjukan boneka ini banyak mendapat apresiasi di mancanegara  seperti Malaysia, Singapura, India, Vietnam, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz