8 perempuan Indonesia berprestasi yang menginspirasi (bagian 1)

11 Oktober 2017 14:36 WIB

I call upon women to raise each other up, to make each other’s welfare a priority, and to never shame a woman for the choices she makes.” Frieda Pinto, Artis & Aktivis Hak Asasi Perempuan

Womanblitz, tahukah anda bahwa tanggal 11 Oktober 2017 diperingati sebagai International Day of The Girl Child. Hari ini ditetapkan oleh PBB sejak 19 Desember 2011 sebagai hari di mana dunia diharapkan untuk lebih aware pada tantangan-tantangan yang dihadapi anak perempuan dan untuk mempromosikan pemberdayaan anak perempuan dan pemenuhan hak asasi mereka. Gadis remaja memiliki hak untuk hidup yang aman, berpendidikan, dan sehat, tidak hanya selama tahun-tahun formatif kritis ini, tetapi juga saat mereka dewasa menjadi wanita.

 “Para anak perempuan adalah kekuatan yang paling powerful untuk mengubah dunia. Ketika hak asasi mereka terkenali, ketika kebutuhan mereka terpenuhi, dan suara mereka terdengar, mereka akan membuat perubahan positif di keluarga mereka, komunitas mereka dan di dunia.” Demikian menurut Kathy Calvin United Nation Foundation President & CEO.

Indonesia, sebagai negara yang terus membangun dan berkembang juga masih perlu lebih aware dengan hal ini. Namun ditengah perkembangannya, Indonesia sudah mencetak banyak perempuan berprestasi yang banyak memberi inspirasi. Dan inilah 8 perempuan Indonesia yang berprestasi dan memberi kontribusi kepada masyarakat, tidak hanya Indonesia saja tetapi juga dunia.

 

Nara Masista Rakhmatia, diplomat muda Indonesia yang tegas 

photoosurce : tribunnews.com

Masih ingat dengan diplomat muda Indonesia yang membalas pernyataan 6 pemimpin negara lain karena tudingan mereka bahwa Indonesia melakukan pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat dan mereka menuntut kemerdekaan Papua September 2016 lalu? Nara Masista Rakhmatia dengan tegas membalas pidato yang dilontarkan oleh Presiden Nauru, Presiden Kepulauan Marshall dan empat perdana menteri negara-negara Pasifik dalam sidang umum PBB. Bagi Nara, informasi yang disampaikan para pemimpin negara pasifik itu tidak relevan, apalagi yang mereka bicarakan adalah soal kedaulatan Indonesia yang merupakan harga mati bagi para diplomat RI.

 

Butet Manurung, sang guru Sokola Rimba

photo source : liputan6.com

Siapa tidak mengenal Butet Manurung? perempuan ini gigih memperjuangkan pendidikan bagi masyarakat Indonesia dengan mendirikan sekolah gratis bernama ‘Sokola Rimba’ untuk masyarakat terasing di Sumatera dan juga mengembangkannya di berbagai tempat terpencil di tanah air, seperti halmahera dan Flores. Butet bahkan rela tinggal berbulan-bulan di pedalaman rimba demi mengajar orang-orang pedalaman agar bisa membaca dan menulis, agar tidak dianggap lagi sebagai orang yang bodoh dan mudah ditipu. Atas kegigihannya ini, Butet menerima penghargaan sebagai salah satu ” “Pahlawan Asia” inspiratif dari majalah TIME pada tahun 2004.

 

Irene Kharisma Sukandar mengukir prestasi di olahraga catur

photo source : kompasiana.com

Perempuan kelahiran tahun 1992 ini menjadi pecatur Indonesia pertama yang berhasil menyandang gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW) pada Desember 2008. Dan di usia mudanya, Irene sudah mengukir banyak prestasi di berbagai kejuaraan catur.

Irene memenangkan kejuaraan catur Wanita Indonesia empat kali berturut-turut pada tahun 2006 sampai 2010. Dia juga menjadi wakil Indonesia untuk kejuaraan Olimpiade catur Perempuan Dunia dari tahun 2004 sampai 2014, Women's Asian Team Chess Championship pada 2009, World Youth Under-16 Chess Olympiad pada 2007, Asian Games 2006, Asian Indoor games 2009 dan Asian Indoor and Martial Arts Games 2013.

 

Nadya Hutagalung, salah satu Asia’s Leading Trendmakers.

photosource : asiaone.com

Selain berprofesi sebagai model dan pemandu acara TV, Nadya juga sebagai aktivis pecinta lingkungan. Runner-up “The International Green Awards : Most Responsible International Celebrity 2013”  bersaing dengan eco-warrior lainnya seperti George Clooney, Penelope Cruz dan Vivienne Westwood. Kecintaannya kepada gajah yang banyak dibunuh hanya untuk gadingnya membuat Nadia juga aktif mengkampanyekannya sejak tahun 2014 lalu.

Nadya juga pernah dinobatkan sebagai 20 orang berpengaruh di Singapura oleh CNN, mantan VJ MTV Asia ini juga pernah terpilih menjadi salah satu“Asia’s Leading Trendmakers” bersama Dalai lama, Tan Sri Michelle Yeoh dan Chow Yun Fat oleh majalah Asiaweek.  



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz