5 buku rekomendasi untuk Booklovers Day

9 Agustus 2017 17:52 WIB

Womanblitzers, apakah anda suka membaca? Well, tidak hanya suka, but you love it very much? If you do, congratulation ya karena setiap tanggal 9 Agustus diperingati sebagai Booklover Day... sebuah hari khusus yang dibuat untuk orang-orang yang mencintai buku dan cinta membaca.

Kegiatan membaca memberi banyak manfaat tidak hanya kepada  pengetahuan tapi juga pada kesehatan kita, menurut beberapa studi yang dilakukan diketahui bahwa membaca buku membawa manfaat untuk kita. Menurut sebuah studi yang dimuat di jurnal Science diketahui bahwa sering membaca meningkatkan kemampuan kita untuk membaca dan  memahami perasaan orang lain. Selain itu, menurut penelitian lainnya yang dilakukan oleh Universitas Sussex dan dimuat di Huffington Post diketahui bahwa membaca bisa membantu mengurangi tingkat stres, dan membaca menjadi cara yang efektif untuk mengurangi tingkat stress dibandingkan dengan minum teh, mendengarkan musik atau bahkan berjalan kaki. Jadi, membaca buku banyak manfaatnya kan?

Dan Womanblitz punya beberapa buku rekomendasi nih yang layak untuk menambah koleksi buku di rak anda, ditulis oleh para penulis berbakat dengan pengaturan dan penggunaan kata yang membuatnya enak untuk dibaca.

1. Moemie Gadis berusia 100 tahun oleh Marion Bloem.

Sejarah Indonesia saat pendudukan penjajah kolonial bisa dilihat dari dua sisi yaitu sisi kaum penjajah dan kaum terjajah. Tetapi ada juga sisi yang lebih abu-abu, yaitu kaum peranakan. Meskipun kaum ini menikmati kemudahan laiknya kaum penjajah, mereka tak cukup dipandang oleh kaum penjajah. Di sisi lain kaum ini, cenderung dimusuhi oleh kaum terjajah.

Novel Moemie, Gadis Berusia Seratus Tahun (diterjemahkan dari Een meisje van honderd) berkisah tentang sejarah sebuah keluarga peranakan (Indo-Belanda) dalam waktu seratus tahun, dari Hindia Belanda, masa pendudukan Jepang, kemerdekaan 1945, pengakuan kedaulatan 1959, Peristiwa 30 September 1965, sampai Tragedi Mei 1998 dan Bom Bali. Selama rentang waktu yang panjang itu, peristiwa-peristiwa lainnya juga terjadi di belahan dunia lain, mulai dari Perang Dunia II sampai Tragedi 9/11. Cerita berlatar Indonesia dan Negeri Belanda, dituturkan lewat tokoh Moemie dan keluarga peranakannya dalam tiga generasi.

 

Marion Bloem adalah penulis dan sutradara film berdarah Indo-Belanda yang lahir pada 24 Agustus 1952 di Arnhem, Belanda. Buku Moemie, Gadis Berusia Seratus Tahun diterbitkan oleh KPG dan dijual dengan harga Rp. 85.000,-

2. Canting karya Arswendo Atmowiloto.

Bagi anda yang menyukai buku-buku yang berkisah tentang kebudayaan Indonesia, buku karya Arswendo Atmowiloto  ini bisa menjadi salah satu pilihan. Novel Canting ini ingin memperlihatkan kebudayaan Jawa melalui baik sebagai simbol budaya dengan berbagai konflik yang menyertai di dalamnya. Novel Canting juga memberikan pengetahuan kepada kita tentang tradisi-tradisi kebudayaan Jawa.

Ini resensinya :

Canting, carat tembaga untuk membatik, bagi buruh-buruh batik menjadi nyawa. Setiap saat terbaik dalam hidupnya, canting ditiup dengan napas dan perasaan. Tapi batik yang dibuat dengan canting kini terbanting, karena munculnya jenis printing––cetak. Kalau proses pembatikan lewat canting memerlukan waktu berbulan- bulan, jenis batik cetak ini cukup beberapa kejap saja. Canting, simbol budaya yang kalah, tersisih, dan melelahkan. Adalah Ni, sarjana farmasi, calon pengantin, putri Ngabean yang mencoba menekuni, walau harus berhadapan dengan Pak Bei, bangsawan berhidung mancung yang perkasa; Bu Bei, bekas buruh batik yang menjadi ibunya; serta kakak-kakaknya yang sukses. Canting, yang menjadi cap batik Ngabean, tak bisa bertahan lagi. Menyadari budaya yang sakit adalah tidak dengan menjerit, tidak dengan mengibarkan bendera. Ni menjadi tidak Jawa, menjadi aneh, untuk bisa bertahan. Ni yang lahir ketika Ki Ageng Suryamentaram meninggal dunia, adalah generasi kedua, setelah ayahnya, yang berani tidak Jawa.

Harga buku terbitan Gramedia ini adalah Rp. 54.900,-

3. Gadis Kretek oleh Ratih Kumala

Gadis Kretek adalah judul novel karya Ratih Kumala yang diterbitkan pada tahun 2012 oleh Gramedia Pustaka Utama, berkisah tentang pencarian sosok perempuan misterius yang berujung pada penelusuran sejarah pabrik kretek dan lika-liku persaingan industri kretek rumahan di Indonesia. bermula saat pemilik perusahaan pabrik kretek Djagad Raja di tahun 1960-an, Soeraja sedang sekarat. Dalam menanti ajalnya, ia mengigaukan sebuah nama wanita "Jeng Yah". Nama itu mengagetkan seluruh keluarga karena nama wanita yang seharusnya tak lagi boleh diucapkan dari mulut Soeraja karena ia telah memiliki 3 anak dewasa. Nama itu membuat satu kaluarga mencari guna menyelamatkan perusahaan rokok terbesar di Indonesia kala itu. Karyanya ini membuat Ratih Kumala masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2012 berkat karya ini.

Dan ternyata buku ini sudah dibeli oleh penerbit Inggris, MonsoonBooks UK yang tertarik dengan kisah keberagaman dan pluralitas di Indonesia.

 

Gadis Kretek karya Ratih Kumala dalam bahasa Indonesia dijual dengan harga Rp. 45.000,-

4.  Critical Eleven oleh Ika Natassa

Buat anda yang menyukai kisah-kisah cinta romantis, buku ini bisa menajdi rekomendasi nih. Critical Eleven memang sudah dibuatkan filmnya dan diperankan oleh Reza Rahadian dan Ardinia Wirasti baru-baru ini, namun tidak ada salahnya membaca buku-nya terutama bagi yang menikmati tulisan-tulisan Ika Natassa yang enak untuk dibaca.

Ini resensi bukunya :

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah Critical Eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat---tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing---karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It`s when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it`s kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah---delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.

See, dari resensi-nya saja sudah ketahuan bahwa buku ini enak sekali untuk dibaca terutama dari pemilihan-pemilihan katanya yang mengalir dan enak untuk diikuti. Buku terbitan Gramedia ini di dijual dengan harga Rp. 79.000,-

5. Seri buku Dilan oleh Pidi Baiq

Seri buku keluaran MIZAN Publishing ini mempunyai 3 seri buku, yaitu Dilanku-1990, Dilanku-1991 dan Milea Suara dari Dilan. Novel ini adalah karya Pidi Baiq yang berkisah tentang percintaan di masa SMU antara Dilan dan Milea. Dilan yang santai mempunyai cara unik dalam mengungkapkan isi hatinya dan melalui kata-kata, tidak terlalu puitis namun mengena, mudah dicerna dan romantis!

Memang buku-buku ini berkisah kehidupan remaja, tapi masih bisa dibaca oleh mereka yang berusia dewasa, karena kisahnya dikemas sederhana namun tidak kekanakan, malah bisa jadi mengingatkan kenangan-kenangan kala kita SMU dulu.

Berikut adalah beberapa cuplikan quotes dari Dilan dalam buku Dilanku 1990

"Milea kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja." (Dilan 1990)

"Milea jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti besoknya, orang itu akan hilang." (Dilan 1990)

 "Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli. " (Milea 1990)

Buku Dilanku 1990 dijual dengan harga Rp. 69.000,- , Dilanku 1991 Rp. 69.000,- dan Milea Suara dari Dilan Rp. 79.000,-



Gabung Milis

Daftarkan diri Anda dan dapatkan update terbaru dari WomanBlitz